“Jahatokrasi” Unggul dalam Pemilukada 2010 Provinsi SUMUT

Oleh: Shohibul Anshor Siregar

Supremasi jahatokrasi (kekuatan kejahatan) masih tetap dominan dalam pemilukada 9 Kabupaten/Kota 2010 di Sumatera Utara sebagaimana perhelatan yang sama di 8 Kabupaten sebelum ini (2008). Hal yang sama diprediksi juga akan terjadi pada pemilukada yang akan menyusul di Siantar, Simalungun, Labuhan Batu dan lain-lain.

Supremasi jahatokrasi itu memaksa proses pemilukada tidak jujur, tidak adil dan tidak bermartabat. Pelakunya bukan rakyat, meski dengan memanfaatkan kondisi keterpurukan rakyat terutama dalam ekonomi.

Martono, Merdeka “Jahatokrasi” Unggul dalam Pemilukada 2010 Provinsi SUMUT
(Illustrasi : www.kartunindonesia.blogspot.com)

Aktor (jahatokrat) telah menempatkan uang sebagai tujuan utama bernegara yang harus dicapai dengan kekuasaan, tak peduli dengan melanggar hukum atau tidak. Rakyat dan seluruh instrument demokrasi dipaksa tunduk kepada mekanisme ini. Sebetulnya rakyat bukan tidak tahu bahwa pada gilirannya kekuasaan yang “dibeli paksa” itu akan menghisap rakyat. Tetapi buruknya kondisi ekonomi dan terjadinya degradasi kenegawarananan yang serius telah memuluskan para penjahat menjalankan missinya.

Aspek perundang-undangan yang lemah masih tetap sebagai faktor peluang yang menjadi penyebab utama mulusnya jahatokrasi. Tetapi jika ada integritas penyelenggara, eliminasi sistematis jahatrokrasi itub dapat dilakukan. Sayangnya sekarang sudah kadung dinikmati bhw proses demokrasi adalah momentum menjadi kaya sambil berkuasa seperti raja.

Dengan gambaran ini tidak ada perbaikan perbaikan nasib rakyat ke depan, karena penguasa baru akan memilih kokorupsi sebagai modus tunggal untuk mengganti biaya yang telah dikeluarkan untuk membeli paksa kekuasaan.

Baca Juga :  Madina dan Nias Segera Miliki Bandara

Buruknya sistem penegakan hukum dan sistem peradilan akan semakin memudahkan skenario korupsi para penjahat yang baru berhasil merebut kekuasaan. Belum ada perubahan sama sekali, dan membincangkan KPK siang dan malam tidak akan merubah negeri ini.

(Shohibul Anshor Siregar, Dosen Sosiologi Politik FISIP UMSU, Koordinator Umum ‘nBASIS (Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya)

Sumber: http://www.inimedanbung.com/node/6781

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*