1.100 Orang, Tertipu Iming-iming Jadi PNS

Musim penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) paralel dengan musim penipuan. Sebanyak 1.100 orang dikabarkan menjadi korban penipuan bisa menjadi PNS. Syaratnya, korban diminta menyerahkan uang kontan dalam jumlah tertentu.

Sindikat penipuan CPNS ini diduga melibatkan oknum pejabat Pemprov Jatim. Kenyataan itu dikatakan Kapolda Jatim, Irjen Pol Badrodin Haiti kepada wartawan di Surabaya, Selasa (2/11).

Keterangan itu disampaikan orang pertama di Polda Jatim kepada wartawan di ruang eksekutif Polrestabes Surabaya. “Ada pengakuan dari salah satu tersangka kalau dana disetorkan ke salah seorang pejabat Pemprov Jatim. Tapi ini belum tentu benar. Kita terus lakukan penyelidikan,” katanya.

Siapa oknum pejabat pejabat Pemprov Jatim itu? Irjen Pol Badrodin tak membuka secara transparan. “Inisialnya J. Itu saja,” tukasnya. Yang jelas, katanya, kasus ini memperoleh perhatian tinggi pihaknya untuk diusut secara tuntas. “Dia masih kita selidiki,” tambahnya.

Didapat informasi bahwa pejabat Pemprov Jatim berinisial J kemungkinan adalah Puji. Belum diketahui sang oknum itu berdinas di kantor, dinas, badan atau biro apa di lingkungan Pemprov Jatim. Begitu pun pangkat dan jabatan yang bersangkutan belum diketahui secara jelas.

Namun demikian, bila melihat struktur jaringan sindikat penipuan CPNS ini, J atau Puji ini berada di paling atas bersama Sumardi Asmara, pensiunan Dinas Sosial. Kemungkinan Puji dan Sumardi ini adalah pimpinan sindikat penipuan CPNS ini. Di bawah keduanya ada nama Joko Suparno, yang mana Joko ini menerima setoran dana dari bawahannya seperti Zakaria, guru SMP Negeri 15, Totok Julianto warga Jombang dan Suryanto.

Baca Juga :  RUU Pilkada Akan Disahkan Dalam Sidang Paripurna DPR 25 September

Dari pengungkapan kasus ini, petugas Kepolisian telah mengamankan 15 tersangka dari 17 tersangka yang diduga terlibat dalam sindikat ini. Sejumlah barang bukti yang diamankan polisi antara lain 30 surat panggilan tes CPNS dari BKD yang diduga palsu, kuitansi pembayaran CPNS, buku tabungan BCA, 1 mobil CRV, 1 mobil Toyota Rush, 1 unit motor dan uang puluhan juta.

Diperkirakan jumlah korban akibat beroperasinya sindikat penipuan CPNS ini sebanyak 1.100 orang. Para korban itu berasal dari berbagai kota/kabupaten di Jatim, seperti Kota dan Kabupaten Malang, Pamekasan, Surabaya, dan lainnya. “Ada sekitar 1.100 orang menjadi korban dari sindikat penipuan CPNS ini,” kata Irjen Badrodin Haiti.

Berapa nilai uang yang disetorkan pada korban? Rata-rata para korban menyetorkan uang tunai di atas Rp 20 juta per orang. Bahkan, ada korban yang sampai setor sebesar Rp 150 juta. Diperkirakan, sindikat penipuan CPNS ini telah mengumpulkan dana segar sebesar Rp 5 miliar dari aksinya.

Kemungkinan besar jumlah korban sindikat penipaun CPNS ini bertambah atau lebih dari 1.100 orang. “Ini karena di daerah masih belum diketahui secara persis,” ujarnya.

Karenanya, pihaknya berharap warga yang menjadi korban penipuan CPNS ini melapor ke polisi.

Kasus ini pertama kali terungkap ketika pada Rabu (27/10) sekitar 75 orang dari berbagai daerah mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, di Jalan Jemur Andayani I, Surabaya. Tujuannya, memenuhi panggilan tes CPNS. Saat datang ke kantor BKD Jatim, ternyata di sana tak ada tes CPNS. Dari 75 korban itu, ada 4 korban langsung melapor ke Polsek Wonocolo, Surabaya.

Baca Juga :  Penerimaan CPNS Padangsidimpuan Diperkirakan November 2010

Berdasar laporan itu, tak berselang lama, polisi Suryanto di GOR Sidoarjo. Selanjutnya, berdasar keterangan yang didapat polisi membekuk Zakaria di rumahnya. (suaramerdeka.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*