1.115 Honorer Padangsidimpuan Diangkat CPNS

Sebanyak 1.115 tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan (Psp) yang terdaftar di data base Badan Kepegawaian Nasional (BKN) sudah diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), secara bertahap sejak tahun 2005 lalu sampai tahun ini.

“Semua honorer yang penggajiannya dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) dan anggaran pendapatan belanja Negara (APBN) yang bertugas di Pemko Psp sudah diangkat menjadi CPNS,” kata Kepala Bidang (Kabid) Penerimaan dan Perencanaan (Penram) BKD Kota Psp, Afdal Lubis, kepada METRO, Senin (7/6).

Afdal menambahkan, pengangkatan tenaga honorer yang namanya masuk data base menjadi CPNS terakhir kali dilakukan Senin (31/5) lalu. Dan total tenaga honorer yang diangkat sebanyak 86 orang. “Ke depan tidak ada lagi penerimaan,” ujar Afdal.

40 Persen Jatah Honorer

Sementara itu untuk porsi tenaga honorer dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2010, masih tetap besar. Jika sebelumnya Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan menyatakan bahwa perbandingan prosentase tenaga honorer dan pelamar umum 30:70 persen, kini angkanya berubah. Jatah honorer bertambah 10 persen sehingga menjadi 40 persen.

“Tapi 40 persen itu maksimal ya. Prinsipnya, pelamar umum harus tetap diprioritaskan dengan prosentase 60 persen,” kata Deputi Menneg PAN&RB bidang SDM Aparatur Ramli Naibaho di Jakarta, Selasa (1/6) lalu.

Baca Juga :  Pemerintah Tapsel Perlu Terobosan Wisata Alam/hutan Di Kecamatan Marancar

Penambahan ini, menurut Ramli, karena meningkatnya jumlah tenaga honorer tertinggal alias tercecer. Dari yang awalnya 102 ribu menjadi 300 ribuan lebih. “Memang masih harus divalidasi lagi data-datanya. Tapi pemerintah telah menetapkan jatah honorer maksimal 40 persen,” ujarnya.

Jika dari hasil validasi dan verifikasi angkanya melebihi jatah 40 persen dari formasi nasional, pemerintah akan menyelesaikannya secara bertahap. “Tidak mungkin kalau jumlah honorer tertinggal misalnya 350 ribu lantas kita selesaikan tahun ini. Paling tidak separohnya dulu, sisanya tahun depan,” cetusnya.

Adapun honorer yang akan jadi prioritas tahun ini adalah honorer tertinggal dan guru bantu yang pengangkatannya oleh Mendiknas dengan sumber dana APBN/APBD, tapi diperbantukan di sekolah swasta. Sedangkan honorer non APBN/APBD yang bekerja di instansi pemerintah diselesaikan 2011.

Sumber:

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

3 Komentar

  1. saya minta konfirmasi dari bapak Menpan, kenapa pegawai TKS tidak sama sekali di perhatikan oleh pemerintah pusat maupun daerah, padahal kami juga telah mengabdi pada pemerintah, dimana hati nurani pemerintah sekarang, jangan pejabat setempat saja yng memiliki memo untuk memngngkat kaum saudaranya untuk diangkat jadi PNS, mentang2 mereka punya uang dan kedudukan di pemerintahan tersebut.
    kami juga punya hak tuntutan kepada pemerintah ini yang semakin bobrok birokrasinya dan mental moralnya sebagai abdi negara.
    tolong bapak untuk mengkonfirmasi itu.
    yang korup saja bisa di tolong kenapa kami yang jujur dan mengabdi pada pemerintah di tindas oleh moral dan moril para pejabat pemerintah pusat dan daerah, apa karena kami kalangan bawah.
    pakai sedikit moral dan sikap suri tauladan sebagai pejabat pemerintahan.
    saya tunggu konfirmasi dari Bapak.
    terimakasih……………………. salam KORPRI

  2. assalumu alaikum pak saya guru d sd 200208 padangsidimpuan mulai tahun 2005 saya belum tahu apakah saya dah masuk data bes dan apakah ada ntk diangkat jadi cpns

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*