1.910 Guru di Padangsidimpuan Belum Disertifikasi

Kuota sertifikasi guru di Pemko Padangsidimpuan (Psp) tahun 2011 sebanyak 412 orang. Jumlah ini naik hampir tiga kali lipat dari tahun lalu sebanyak 128 guru. Sementara jumlah guru pegawai negeri sipil (PNS) yang belum disertifikasi sebanyak 1.910 orang.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Psp, Drs H Abdul Rosad Lubis MM didampingi Sekretaris, Masuddin Lubis kepada METRO, Rabu (5/1) menjelaskan, tahun 2011 ini dari 412 guru yang akan sertifikasi terdiri dari guru TK 5 orang, guru SD dan SMP sebanyak 320 orang, dan guru SMA dan SMK sebanyak 87 orang.

Bagi guru yang akan mengikuti sertifikasi yang direncanakan akan secepatnya digelar di Medan selama 15 hari tersebut, harus memenuhi persyaratan administrasi. Yakni, harus sarjana, masa kerja minimal lima tahun, beban mengajar sebanyak 24 jam dalam seminggu, dan harus mengisi bioadata untuk dikirimkan ke Disdik Sumut.

Ditambahkan Rosad, sejak tahun 2006 hingga 2010, jumlah guru yang sudah sertifikasi di Pemko Psp sebanyak 832 guru. Rinciannya, tahun 2006 sebanyak 15 orang, tahun 2007 sebanyak 170 guru, 2008 sebanyak 348 orang, tahun 2009 sebanyak 171, dan tahun 2010 sebanyak 128 guru.

Sementara itu guru di Pemko Psp dengan status pegawai negeri sipil (PNS) saat ini jumlahnya sebanyak 2.742 orang, dengan rincian yang sudah sertifikasi sebanyak 832, dan yang belum sertifikasi sebanyak 1.910 orang.

“Nantinya seluruh guru harus sudah sertifikasi dan menikmati gaji sebesar gaji pokoknya. Ini sesuai UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, Permendiknas Nomor 18 tentang sertifikasi bagi guru dalam jabatan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2008 tentang guru. Dari 2.742 guru PNS saat ini di Psp sudah 832 guru yang telah sertifikasi dan sebanyak 1.910 guru lagi yang belum sertifikasi termasuk di dalamnya 412 guru yang akan segera sertifikasi tahun 2011 ini,” jelas Rosad.

Baca Juga :  Ular Python 8 Meter Ditangkap di Dusun Aek Nadenggan, Desa Sihuik-huik, Kec. Angkola Selatan, Tapsel

Mengenai penentuan guru yang ikut sertifikasi, lanjut Rosad, ditentukan dengan masa kerja, usia, tingkat pendidikan, beban mengajar yang kesemuanya akan diranking dari seluruh sekolah untuk kemudian yang tertinggi dari semuanya itulah yang akan mengikuti sertifikasi.

“Kita juga umumkan di papan pengumuman Disdik. Jadi jika ada yang merasa kurang pas atau keberatan, silakan sampaikan kepada kami, karena kami terbuka dan bersedia menerangkannya,” pungkasnya.

Di Tapsel, 599 Guru Lolos Sertifikasi
Sepanjang tahun 2008 hingga 2010, sebanyak 599 guru PNS di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dinyatakan lolos sertifikasi guru. Sementara jumlah guru PNS seluruh tingkatan berjumlah sekitar 2.900-an orang.

Kadisdik Tapsel, Drs Marasaud Harahap melalui Kasi Pengendalian Mutu, Hamzah Harahap kepada METRO, Rabu (5/1) menuturkan, untuk tahun 2008 sebanyak 157 guru yang lolos sertifikasi. Tahun 2009 sebanyak 223 guru, dan tahun 2010 lalu sebanyak 219 guru.

“Semuanya mulai tingkat SD, SMP dan SMA sederajat,” ujar Hamzah Harahap sembari menambahkan saat ini jumlah total guru seluruh tingkatan di Tapsel 4.000-an orang.

Dijelaskan Hamzah, saat ini 599 guru yang lolos sertifikasi tersebut sedang proses pemberkasan guna menerbitkan SK dari Dirjen Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional yang merupakan SK untuk mendapatkan hak berupa kenaikan gaji sebesar gaji pokok. Lebih lanjut dikatakan Hamzah, pada bulan Juni mendatang, bagi nama-nama guru yang diusulkan yang memenuhi syarat akan ditetapkan Pusat.

Untuk diketahui, kuota sertifikasi guru bagi Kabupaten Tapsel tahun 2011 ini sebanyak  543 orang. Kepala Disdik Tapsel, Marasaud Harahap kepada METRO, Selasa (4/1) malam lalu mengaku menyambut positif besaran kuota sertifikasi guru tahun 2011 ini. “Kita sambut dengan baik,” tutur Kadis.

Disdik Madina Proses 374 Sertifikasi Guru
Disdik Kabupaten Mandailing Natal (Madina) saat ini masih memperoses sebanyak 374 guru yang akan disertifikasi, dan berkas usulan tersebut sudah diajukan. Sedangkan guru yang telah disertifikasi atau uang sertifikasinya telah dicairkan sebanyak 832 orang.

Baca Juga :  Polisi Berhasil Tangkap Pembantai Pasutri di Madina

Demikian dikatakan Kepala Disdik Madina Drs H Musaddad Daulay MM saat dihubungi METRO melalui Kepala Bagian Humasy Pemkab M Taufik Lubis SH, Rabu (5/1).

Taufik menyampaikan, jumlah tenaga guru dii lingkungan Pemkab Madina sebanyak 4.987 orang. Rinciannya, guru PNS sebanyak 4.395 orang, sementara guru honorer sebanyak 592 orang.

”Dari jumlah itu, guru yang telah disertifikasi sebanyak 832 orang, dan itupun sudah dicairkan kepada yang bersangkutan. Saat ini kita sedang proses sebanyak 374 orang, dan ini sebenarnya telah lulus sertifikasi, hanya saja kita masih menunggu pencairan dana sertifikasinya,” beber Taufik.

Saat disinggung mengenai kuota jumlah guru yang disertifikasi untuk Pemkab Madina tahun 2011, Disdik mengaku belum mengetahui jumlah tersebut. Pasalnya hingga saat ini Disdik belum menerima pemberitahuan atau surat dari Kementerian Pendidikan secara resmi terkait jumlah kuota sertifikasi itu.

”Disdiki belum tahu jumlahnya untuk tahun ini. Dan kalaupun jumlahnya bertambah dari tahun 2010 sebanyak 374 orang itu, kita sangat bersyukur. Karena ini kan demi kesejahteraan tenaga pendidik di lingkungan Pemkab Madina,” tambahnya lagi. (phn/neo/wan) – (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. MOHON PEMERINTAH ITU MEMBUAT ATURAN2 ITU BERDASARKAN KEADILAN DAN KEMANUSIAAN GURU HONORER DI INTANSI PEMERINTAH SUDAH PULUHAN TAHUN LEBIH MENGADI/BEKERJA …… SANGAT DISAYANGKAN TIDAK BISA IKUT SERTIFIKASI KOK MALAH YG HONOR DISWASTA BISA IKUT SERTIFIKASI ….SEDANGKAN SAMPAI SEKARANG HONORER INTANSI PEMERINTAH NASIBNYA TIDAK MENENTU AKIBAT KORBAN BOBROKNYA POLITIK SEKARANG INI ….MUNGKIN SUDAH TIDAK ADA MANUSIA LAGI……..IROOOONIS..SEKALI….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*