1 Rumah di Kampung Salak Dilalap si Jago Merah

Kaspar Berlari Selamatkan Istrinya yang Lumpuh

Warga sekitar lokasi kebakaran berusaha memadamkan api yang masih tersisa, Rabu (12/6).

SIDIMPUAN – Kebakaran terjadi di Kampung Salak, Psp Utara, Rabu (12/6) sekitar pukul 22.00 WIB. Satu unit rumah yang juga dijadikan sebagai warung pakter tuak hangus terbakar. Beruntung wanita tua lumpuh R boru Simorangkir (77) bersama suaminya Kaspar Pasaribu (72) serta cucunya Ganda Pasaribu, selamat dari kobakaran api. Api diduga berasal dari konsleting listrik.

Kepada METRO, Kaspar Pasaribu menceritakan, awalnya ia tidak tahu dari mana api berasal. Sebab pada waktu kejadian, ia sedang berada di bawah rumahnya yang bertingkat dan terbuat dari papan.

Sepengetahuannya yang berada di atas adalah cucunya Ganda Pasaribu (16). Menurut keterangan Kaspar, pada malam tersebut, ia mendengar ada suara ribut-ribut dari atas rumahnya yang biasa ditempati Ganda. Kemudian ia berteriak dan menanyakan kepada Ganda sedang apa di atas.

Kemudian dengan rasa takut, Ganda pun menyampaikan kepada Oppungnya, bahwa lantai rumah mereka bagian atas yang terbuat dari papan sudah dalam keadaan terbakar. Spontan Ganda pun turun dari kamar atas rumah tersebut dan berlari ke bawah.

“Ada api Pung.. ada api.. Sudah terbakar lantai papan yang di atas,” ucap Ganda. Mendengar pernyataan dari cucunya itu, Kaspar yang ketika itu masih duduk di warung tuak miliknya di bagian bawah, langsung berusaha untuk mengangkat istrinya R Boru Simorangkir yang sedang dalam keadaan sakit lumpuh untuk diselamatkan.

“Panik kali saya waktu itu, enggak tau apa yang mau diselamatkan. Yang saya lihat hanya istri saya yang terbaring di tempat tidur di bagian bawah.

Begitu mendengar ucapan dari cucu saya yang mengatakan kalau rumah bagian atas sedang dalam keadaan terbakar, langsung saya gendong istri saya yang sudah stroke selama 3 tahun keluar ke tempat yang aman.

Dan saya letakkan begitu saja, supaya terhindar dari api. Sedangkan cucu saya juga langsung keluar rumah dan berlari-lari sambil berteriak-teriak tanpa sempat menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah,” ujar Kaspar.

Baca Juga :  Dana BLM PUAP T.A. 2012 Desa Botung Tidak Di Salurkan Sesuai Juknis dan Juklak, "Diduga Ada Oknum Gapoktan Perkaya Diri"

Katanya lagi, setelah menyelamatkan istrinya, Kaspar coba kembali untuk masuk ke dalam rumah guna menyelamatkan barang-barang yang lain yang dianggapnya perlu. Namun sayangnya, usahanya tersbut masuk kedalam rumah, api terlihat sudah semakin membesar. Namun ia tetap untuk berusaha masuk, untung niatnya tersebut terhalang oleh jilatan api yang mengenai bagian tangan dan kepalanya.

“Setelah kuselamatkan istriku, saya berusaha untuk menyelamatkan barang-barang yang lain. Begitu saya hendak masuk ke dalam rumah, saya lihat api sudah semakin membesar dan mengenai bagian tangan dan kepala saya,” jelas Kaspar sambil memperlihatkan bagian tangan dan kepalanya yang terkena luka bakar.

Menurut Ganda, saat itu ia baru pulang dari luar dan berniat untuk beristirahat. Sesampainya di rumah, ia langsung naik ke bagian atas. Begitu membuka pintu kamar, ia terkejut karena melihat api yang sudah membakar dinding dan lantai rumah mereka. Ganda pun sempat berusaha untuk memadamkan api tersebut, namun usahanya sia-sia.

Mulanya ia tidak berani mengatakan kepada oppungnya bahwa kamarnya sudah dalam keadaan terbakar. Dikarenakan oppungnya berteriak-teriak dan menanyakan kenapa, barulah Ganda mengatakan kepada oppunya, kalau kamarnya ada api dan sudah membakar dinding dan lantai rumah mereka.

“Enggak tau aku dari mana api itu datangnya. Begitu aku sampai rumah dan naik ke atas loteng, kubuka pintu kamar dan kulihat sudah ada api. Pertamanya takut aku bilangkan ke oppungku, dan berusaha untuk memadamkannya. Tapi karena ribut dan terdengar dari bawah bahwa oppungku menjerit dan menanyakan sedang apa kerjaku di atas. Habis itu, barulah aku turun, dan kubilang sama oppung kalau kamarku sudah terbakar,” ujar Ganda.

Setelah api mulai membesar, Ganda dan warga sekitar berusaha memadamkan api. Sebagian warga juga menghubungi pemadam kebakaran. Hanya saja, 5 unit mobil pemadam kebakaran sampai di lokasi kebakaran di saat api sudah menghanguskan setengah bagian rumah.

Tapi dikarenakan kondisi rumah korban berada jauh di dalam sebuah gang yang sulit untuk dimasuki, akhirnya petugas mengambil inisiatif untuk menyambung selang air dari lokasi lain yang jaraknya kurang lebih 50 meter sampai ke rumah yang terbakar tersebut.

Baca Juga :  Pasar Sidimpuan Semraut

Petugas dibantu warga dengan sigap dan cepat berusaha untuk memadamkan api. Hasilnya dalam waktu 1 jam, api berhasil dipadamkan dan tidak sampai menjalar ke rumah lain yang jaraknya berdekatan satu sama lainnya dan dipemukiman yang padat penduduk tersebut.

“Ada 5 unit mobil pemadam kebakaran yang langsung kita turunkan, tapi syukurlah tidak ada korban jiwa. Beruntung, petugas kita cepat dan sigap menanganinya, padahal kondisi rumah yang terbakar sangat sulit untuk melakukan evakuasi langsung dikarenakan terletak di dalam gang yang sempit dan padat rumah penduduk,” terang Kasi Operasional Kebakaran Kota Psp Syarifuddin, bersama dengan Sekretaris Pertamanan Kota Psp Luthfi Siregar, yang langsung turun ke tempat kejadian.

Sementara itu, Kasat Reskrim Kota Psp AKP AA Siregar melalui KBO Reskrim  Iptu C Panjaitan membenarkan peristiwa tersebut. Menurut hasil olah TKP, kebakaran diduga disebabkan oleh hubungan arus pendek (korslet) yang mengakibatkan satu rumah papan hangus terbakar di Kampung Salak Kota Psp.

“Kami masih tetap melakukan penyelidikan untuk memperoleh data dan peyebab yang pasti,” terang Panjaitan. (mag 01)

www.metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*