1 warga tertembak, Brimob Tapsel dikecam arogan

Jakarta – Aparat Brimob Kompi C Tapanulis Selatan (Tapsel) dinilai arogan dalam kasus penembakan warga Desa Huta Godang, Kecamatan SIABU Kabupaten Mandailing Natal yang  menyebabkan 1 warga terkena luka tembak senjata anggota Brimob.

“Kami menilai secara arogan dan upaya berlebihan melakukan tindakan semena-mena membubarkan aksi massa yang dijamin oleh UU dan hukum dalam menyampaikan pendapat di muka umum oleh masyarakat yang ingin menyampaikan aksinya kepada pihak perusahan,” kata Koordinator KontraS Sumatera Utara (Sumut), Muhrizal Syahputra, melalui rilis yang diterima primaironline.com, Jakarta, Selasa (31/5).

Menurut Muhrizal, pembekingan yang dilakukan Brimob bertentangan dengan tugas dan fungsinya yang diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI. Penembakan yang dilakukan oleh brimob kepada warga sangat berlebihan dan bertentangan dengan Perkap Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip Dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Juga bertentangan dengan Perkap Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian yang seharusnya sesuai dengan Prinsip – prinsip penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian,” tulis siaran pers KontraS Sumut itu.

Kasus bentrok ini berawal dari penolakan atas beroperasi kegiatan tambang di kawasan Taman Nasional Batang Gadis yang dilakukan PT. Sorik Mas Manning. Penolakan ini akhirnya memicu bentrokan antara warga Desa Huta Godang, Kecamatan SIABU, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, dengan Aparat Brimob Kompi C Polres Tapsel.

Baca Juga :  Giliran Tapsel Ingin Pemekaran

Sumber:

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*