102 Pedagang Berjualan di Pusat Jajanan Ramadhan Madina

Jajanan Berbuka Pusat jajanan Ramadhan di Pusat Pasar Baru Panyabungan Madina diisi 102 pedagang. (medan bisnis/ zamharir rangkuti)

Panyabungan. Setiap bulan puasa Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Disprindagkop menyediakan tempat untuk pusat jajanan di pelataran parkir Pasar Baru, Panyabungan. Tahun ini sebanyak 102 lapak pedagang berjualan di lokasi tersebut. Demikian disampaikan Kepala Dinas Prindag Kop Pasar Drs Lismulyadi Nasution kepada MedanBisnis, Selasa (23/6) di ruang kerjanya. Lismulyadi mengatakan, pusat jajanan ini sudah menjadi tradisi setiap bulan puasa di lokasi tersebut akan berdiri lapak – lapak pedagang dari berbagai jenis makanan teradisional. Hal ini tentunya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam puasa.

“Untuk tahun ini ada 102 pedagang terdiri dari pedagang toge, cendol, macam -macam es campur, penganan untuk bukaan serta jenis lainnya bercampur di areal ini. Sehingga dengan ramainya pedagang tentu menjadi magnet bagi konsumen,” ujarnya.

Karena itu dia mengimbau kepada pedagang untuk menjaga kebersihan ke amanan maupun makanan harus dijaga higenisnya. “Memang kita tetap menghimbau kepada pedagang untuk mematuhi peraturan, begitu jugapun bagi konsumen untuk menjaga ketertipan,” harapnya.

Masitoh, pedagang cendol, mengatakan merasa terbantu atas kehadiran pusat jajanan tersebut. “Sangat membantu bagi eknomi keluarga saya untuk bejualan di pusat jajanan Ramadhan di Pasar Baru ini, dan kami ucapkan terima kasih kepada Pemkab Madina,” katanya.

Baca Juga :  Waspada! Jalinsum Situmba Licin dan Berembun

Rini Nasution, seorang pembeli menambahkan, kehadiran pusat jajanan itu memudahkan untuk membeli kebutuhan makanan saat berbuka puasa tidak perlu lagi keliling. “Kita tidak usah lagi mencari kesana – kemari. Kita langsung saja kemari semuanya sudah tersedia. Sebagai masyarakat merasa terbantulah,” ucapnya.


Zamharir Rangkuti – MedanBisnis

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*