Mantan Ketua Dewan Tapteng ‘Cicipi’ Pupuk Subsidi

Penyaluran pupuk bersubsidi di Tapanuli Tengah (Tapteng) yang seyogianya diperuntukkan bagi kelompok tani harus ditinjau ulang. Sebab ditemukan pupuk urea bersubsidi ikut ‘dicicipi’ (baca: dinikmati) mantan Ketua DPRD Tapteng berinisial MS.

Penyelewengan penyaluran pupuk bersubsidi itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sibolga, Rabu (30/6). Sebagaimana keterangan Rusman Arefa (50), selaku saksi dalam kasus penyelewengan penyaluran pupuk bersubsidi yang juga penjaga PKS menyebutkan, pupuk bersubsidi tersebut seyogyanya akan diperuntukkan bagi perkebunan kelapa sawit milik oknum mantan Ketua DPRD Tapteng berinisial MS, sebagaimana biasanya.

Namun kata Rusman, dikarenakan ada masalah terhadap keberadaan pupuk tersebut akhirnya pupuk dibiarkan begitu saja di dalam rumah dan belum digunakan hingga saat ini. “Pupuknya diantar ke rumah dan hingga saat ini masih ada di rumah. Hingga saat ini, belum dipakai untuk memupuki kelapa sawit,” kata Rusman, yang kurang fasih berbahasa Indonesia itu.

Menurut dia, pupuk bersubdisi yang diantar ke rumahnya sebanyak 90 zak, terdiri dari 51 sak pupuk urea dan 39 zak pupuk NPK Ponska. “Pupuk diantar Irwansyah menggunakan mobil pick up milik pak MS,” ungkap Rusman.

Hal senada diungkapkan saksi Samaolo (45), yang juga pekerja di PKS milik mantan Ketua DPRD Tapteng (kini anggota DPRD Sumatera Utara). Ia menyebutkan Irwansyah adalah orang kepercayaan pemilik PKS berinisial MS itu.

Baca Juga :  Hitung Cepat Indo Barometer: Duet Gatot-Tengku Unggul 32,84 Persen

Diakuinya, bahwa Irmansyah juga mengantarkan pupuk ke rumahnya yang berada di kebun milik MS, sebanyak 50 zak pupuk urea. Pupuk itu kata dia, dikirim dalam dua tahap, selang 2 minggu lamanya masing-masing sebanyak 20 zak kemudian 30 zak.

Samaolo juga menyebutkan, hingga kini pupuk itu masih tersimpan di dalam rumah yang juga milik MS di lokasi perkebunan. “Hingga kini belum digunakan karena masih bermasalah,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ketua Majelis Hakim Mangapul Saragih SH, beserta Hakim Anggota Maju Purba SH dan Arie Hazairin, di hadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Miranda SH dan Futin Helena Laoly SH bertanya kepada kedua saksi apakah mengenal terdakwa Husin Bugis (65), warga Desa Hajoran yang dijadikan terdakwa dalam kasus pupuk bersubsidi tersebut. Kedua saksi mengaku sama sekali tidak mengenali terdakwa dan mengaku baru dalam persidangan itu bertatap muka.

Turut dihadirkan sejumlah saksi dalam persidangan tersebut, di antaranya pemilik kios pengecer pupuk bersudsidi Ana Hutagalung, staf ahli dari Dinas Pertanian Pemkab Tapteng Ir Charles Marpaung.

Untuk sidang selanjutnya, Ketua Majelis Hakim menunda persidangan hingga Rabu (7/7), mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi lainnya.

Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TANJUNG_BALAI/Mantan_Ketua_Dewan_Tapteng_Cicipi_Pupuk_Subsidi

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Warga Temukan Semburan Air Panas Di Desa Lopian

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*