121.936 Siswa SD Di Sumut Terima Bantuan Beasiswa Miskin

KOMPAS.com – Sebanyak 121.936 siswa Sekolah Dasar dari berbagai daerah di Sumatera Utara menerima bantuan beasiswa siswa miskin sebagai upaya pemerintah untuk menekan tingginya angka putus sekolah.

“Melalui bantuan beasiswa ini diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang tidak bersekolah.Bantuan itu juga diharapkan membantu siswa yang tidak mampu agar jangan sampai putus sekolah,” kata Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho di Medan Selasa (15/11/2011).

Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah dewasa ini terus berupaya menurunkan angka putus sekolah yang disebabkan ketidak mampuan ekonomi orang tua siswa. Salah satunya adalah dengan memperbanyak pemberian beasiswa bukan, hanya pada tingkat SD namun juga hingga SMA.

Melalui kegiatan tersebut anak didik tetap bisa meraih cita-citanya meskipun ekonomi keluarga tidak mampu. Program beasiswa tersebut juga tentunya sesuai dengan visi dan misi Gubernur Sumut yakni rakyat tidak bodoh.

“Semoga dengan adanya bantuan beasiswa tersebut, dapat memberi semangat bagi peserta didik untuk terus melanjutkan pendidikan. Anak-anak adalah penerus generasi di masa akan datang yang harus mampu melanjutkan estapet pembangunan bangsa ini,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Syaiful Safri pada kesempatan yang sama mengatakan, penyaluran BSM tersebut nantinya dilakukan melalui kantor pos terdekat di lingkungan sekolah masing-masing.

Daerah penerima BSM SD paling tinggi adalah Kota Padang Sidimpuan sebesar Rp 6,4 miliar untuk 17.800 siswa, disusul Gunung Sitoli Rp 4,68 miliar untuk 13.000 siswa, dan Rantau Prapat Rp 4,67 miliar untuk 12.700 siswa.

Baca Juga :  Bupati Nias Ditahan KPK

“Setiap siswa penerima akan mendapatkan BSM SD sebesar Rp 360.000 atau Rp 30.000 per bulan. Dana tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan siswa agar bisa bersekolah. Diharapkan tidak ada lagi siswa SD yang putus sekolah karena ketiadaan biaya,” katanya.

Ia mengatakan, setiap penerima yang melakukan pengambilan, terlebih dahulu diverifikasi atau dicocokkan sesuai dengan nama siswa yang sudah terdata. Selain itu, siswa harus didampingi orang tua atau wali dengan menunjukkan rapor asli sebagai persyaratan untuk mengambil dana bantuan tersebut.

Sumber: ANT

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*