14 Kasus Kaki Gajah di Tapsel

7361678c0cdca33a7ff037129aa5bc799dc87d4 14 Kasus Kaki Gajah di Tapsel
KAKI GAJAH-Seorang penderita kaki gajah sebelum menjalani tindakan operasi mengobati penyakitnya di salahsatu rumah sakit di Medan. Selama 2010, 20 kasus penyakit kaki gajah ditemukan di Labuhanbatu. (F:METRO/Dok)

Kasus penyakit kaki gajah yang terjadi di Sumatera Utara pada tahun 2010 cenderung mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2009. Khusus Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), kasus kaki gajah sebanyak 14 kasus. Kepala Seksi Pencegahan Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (P3BD) Dinas Kesehatan Sumatera Utara Sukarni di Medan, Selasa (28/12) mengatakan, sepanjang tahun 2010 ditemukan 60 kasus kaki gajah di berbagai daerah di Sumut. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2009 yang hanya 56 kasus.

“Ke-60 kasus kaki gajah itu terbanyak di Kabupaten Labuhan Batu dengan 20 kasus, Tapanuli Selatan (Tapsel) 14 kasus, Mandailing Natal 10 kasus, dan Tapanuli Tengah sebanyak 5 kasus,” katanya. Ia mengatakan, kasus kaki gajah dapat menyerang semua usia termasuk anak-anak. Penyakit ini merupakan penyakit menular yang disebabkan cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Setelah tergigit nyamuk, parasit (larva) akan menjalar dan ketika sampai pada jaringan sistem lympa akan berkembang menjadi penyakit kaki gajah. “Biasanya banyak terdapat di daerah rawa-rawa, parit dan hutan,” katanya.

Menurut dia, warga yang menderita kaki gajah, gejala pertamanya akan mengalami demam berulang satu hingga dua kali setiap bulannya, lalu akan timbul benjolan pada lipatan paha dan ketiak tanpa luka. “Apabila sudah kronis, maka benjolan tadi akan membesar pada paha, kaki, alat kelamin, payudara, kantung buah zakar. Tidak hanya di kaki, tapi bisa ditangan dan lengan juga, lama kelamaan akan menjadi cacat permanen. Tapi penyakit itu bisa disembuhkan apabila diobati sejak dini,” katanya. (ant/int)-(metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  RPAPBD Madina 2010 Disetujui

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*