15 Petani Karet dari Taput dan Tapsel Ikuti Pelatihan Pertanian Organik di Simalungun

Pematangsiantar (SIB) – Pusat Pengembangan Pertanian Organik Yayasan Bina Insani P Siantar bekerjasama Komite Nasional-Lutheran World Federation (KN-LWF) di Indonesia dan PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate, Dolok Merangir Simalungun, untuk tahap pertama melakukan pelatihan/praktek pertanian terhadap 15 petani karet dari Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan yang dipusatkan di Pondok Baru, Simalungun, Kamis (5/6).

Hadir antara lain Konsul Jenderal Jepang di Medan Yuji Hamada, President Director PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate, Tad (Tadasu) Yoshimura, M Munthe, Manager Field Operation PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate, Azwan, Asisten Administrasi PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate, Janri Damanik SSos, Koordinator Diakonia KN-LWF di Indonesia, Nani Susanti dari Yayasan Bina Insani P Siantar dan Pdt Ramot Simanjuntak pimpinan petani karet dari Taput dan Tapsel.

Konsul Jenderal Jepang di Medan Yuji Hamada menyambut gembira pelaksanaan pelatihan pertanian organik dan praktek  kepada 15 petani karet dari Taput dan Tapsel karena tujuannya sangat positif, yaitu dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Dengan mengikuti pelatihan dan praktek pertanian organik ini petani dapat melihat secara langsung berbagai penerapan ilmu dan teknologi dalam budidaya pertanian organik.

Melalui pelatihan/praktek pertanian organik tersebut diharapkan petani akan semakin termotivasi untuk mengubah sistem pertanian konvensional ke sistem pertanian organik. Pelatihan budidaya karet okulasi merupakan salah satu jenis pelatihan yang disediakan oleh Yayasan Bina Insani P Siantarang difasilitasi PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate. Adapun materi pokok yang diajarkan antara lain pembuatan bibitan entres dan green budding sumber entres, pencambahan batang bawah, perawatan entres, persiapan green budding nursery, persiapan okulasi prosedur okulasi hijau, seleksi bibit dan klasifikasi bibit serta filed visit dan praktek di PT Bridgestone.

Baca Juga :  SELEKSI TIMNAS U-23 - Vincent Segera Pulang Kampung

Sementara itu,  Presiden Director PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate, Tad (Tadasu) Yoshimura mengatakan, PT Bridgestone selalu bersedia untuk membantu petani dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya, serta mengharapkan agar pelatihan petani karet ini bisa terus berkelanjutan apalagi mengingat tanah di Sumatera Utara khususnya sangat subur. Karenanya, seluruh peserta agar sungguh-sungguh mengikuti pelatihan dan praktek pertanian organik ini sehingga ilmu pengetahuan yang diberikan ahli-ahli dari PT Bridgestone dapat diterapkan nantinya di daerahnya masing-masing demi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Janri Damanik  menambahkan, untuk tahap pertama ini 15 petani karet dari Taput dan Tapsel akan dibina di Pusdiklat Yayasan Bina Insani di P Siantar dan praktek lapangan dilaksanakan di Pondok Baru Simalungun dengan pengajar dari PT Bridgestone. Diharapkan dengan selesainya pelaksanaan pelatihan dan praktek lapangan ini petani khususnya di Taput dan Tapsel akan dapat menerapkan ilmu yang diperolehnya dengan mengubah sistem pertanian konvensional menjadi sistem pertanian organik, maka hasil karet yang diperoleh petani akan naik yaitu kalau tadinya hanya 400 – 700 Kg per hektare akan meningkatkan menjadi 700-1000 Kg per hektare.

Mewakili petani, Pantas Siregar menyampaikan terimakasih kepada KN-LWF, Yayasan Bina Insani Pematangsiantar dan PT Bridgestone yang telah melaksanakan pelatihan pertanian organik karet kepada petani di Taput dan Tapsel. (R17/f)

Sumber: hariansib.co

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Dituding Bantu Lorenzo, Ini Bantahan Honda

1 Komentar

  1. Semoga Pulangnya semua yang sudah di dapat bisa di implementasikan, jangan cuma jadi “jalan-jalan” — Horas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*