17 Agustus, 379 Napi Dapat Remisi di Tabagsel

Sebanyak 379 narapidana (napi) di wilayah Tabagsel mendapat remisi. Rinciannya, di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Padangsidimpuan (Psp), Salambue, Kota Psp sebanyak 216 napi, di Cabang Rumah Tahanan (Rutan) Sipirok, Tapsel sebanyak 10 napi, 6 napi di rutan cabang Sibuhuan, Padang Lawas, 122 napi ada di Lapas Panyabungan Madina, dan di rutan Gunung Tua sebanyak 25 orang.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Patrialis Akbar dalam sambutannya pada upacara pemberian remisi umum kepada napi dalam peringatan HUT RI ke-65 yang dibacakan Wali Kota Psp, Drs Zulkarnain Nasution MM, Selasa (17/8) di halaman Lapas Klas II B Psp, Salambue mengatakan, pengurangan menjalani masa pidana (remisi) merupakan salah satu program pembinaan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada narapidana agar berintegrasi dengan masyarakat. Selain itu remisi juga menjadi instrumen yang dapat memodifikasi perilaku narapidana untuk selalu berbuat baik selama menjalani pidana di lembaga pemasyarakatan karena remisi berlaku bagi para narapidana yang berkelakuan baik.

“Pemberian remisi jangan dianggap sebagai bentuk kemudahan bagi warga binaan lembaga pemasyarakatan untuk cepat bebas akan tetapi harus dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri dan memotivasi diri sehingga dapat mendorong saudara kejalan yang benar. Dan perlu disadari manusia punya dua potensi, yaitu berbuat jahat dan potensi berbuat baik. Siapapun bisa berbuat salah dan khilaf, namun dengan tekad dan kesungguhan hati memperbaiki diri niscaya masyarakat akan memberikan apresiasi dan kepercayaan kepada saudara untuk berada kembali di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Di samping itu ditekankannya bagi warga negara sangat penting untuk memahami dalam membangun kesadaran serta kesabaran. “Percayalah kesadaran dan kesabaran saudara merupakan titik awal akan menghantarkan saudara menuju kehidupan yang lebih baik dan sempurna,” ucapnya.

Adapun rincian yang mendapatkan remisi umum I (RU.I) 17 Agustus 2010 antara lain untuk yang memperoleh remisi 1 bulan sebanyak 77 orang, yang memperoleh remisi 2 bulan sebanyak 57, yang memperoleh remisi 3 bulan sebanyak 39, yang memperoleh 4 bulan sebanyak 28, yang memperoloeh remisi 5 bulan sebanyak 10 orang, dan yang memperoleh remisi 6 bulan sebanyak 5 orang. Sedangkan yang memperoleh remisi umum II (RU.II) 17 Agustus 2010 sebanyak 3 orang.

10 Napi Cabang Rutan

Sipirok Dapat Remisi

Sebanyak 10 narapidana di Cabang Rumah Tahanan (Rutan) Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan mendapatkan ‘hadiah’ pengurangan hukuman atau remisi pada peringatan HUT ke-65 RI.

Kepala Rutan Sipirok, Hialmar Purba SH kepada METRO, Selasa (17/8) mengatakan, sesuai surat keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor: W2-38 39 PK 01 01 02 Tahun 2010, sebanyak 10 orang tahanan di Cabang Rutan Sipirok menerima remisi. “Sesuai dengan surat ini yang menerima remisi sebanyak 10 orang,” katanya.

Disebutkan Purba, dari 10 orang penerima remisi tersebut, empat orang di antaranya dapat menghirup udara bebas di hari kemerdekaan RI ini.

“Dari 10 penerima remisi, 4 di antaranya sudah bebas hari ini. Pelepasan mereka pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB, setelah usai pelaksanaan upacara peringatan HUT RI di sini,” ungkapnya.

Adapun penerima remisi yang bebas pada HUT RI ke-65 adalah Riski, Fajaruddin, M Arianto, dan Efron. Sedangkan saat ini jumlah tahanan di cabang rutan Sipirok sebanyak 17 orang.

6 Penghuni Rutan

Sibuhuan Peroleh Remisi

Sebanyak enam orang penghuni rutan cabang Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas) mendapat remisi 1 bulan pada HUT RI tanggal 17 Agustus ini. Di mana pemberian remisi tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM Nomor W2 3839.PK.0101.02 Tahun 2010 tertanggal 06 Agustus 2010 tentang pemberian remisi umum kepada tahanan.

Baca Juga :  Kabupaten Madina KLB Chikungunya ; Di Tapsel Puluhan Orang Juga Terjangkit

Diutarakan Kacab Rutan Sibuhuan, Ali Sumidak SH, dari enam penghuni rutan, empat di antaranya terlibat kasus pencurian, satu orang tindak pidana pencabulan, dan satu orang lagi tindak pidana penganiayaan, dengan masa hukuman keenam orang tersebut 1,8 bulan.

Lebih lanjut dikatakan Sumidak, nama keenam tersebut adalah Usman alias Gondrong, Pinpin Nasution, Ali Rosidi Hasibuan, Paisal Lubis, Mardan Daulay alias Memet, serta SH (17) dalam kasus pencabulan. Di mana keenam tahanan tersebut sudah menjalankan masa hukumannya dengan baik sesuai dengan kriteria tahanan yang berhak mendapat remisi atau pengampunan. “Jadi pada hari ini, keenam orang ini sudah kita berikan remisi, dan dibebaskan dari masa tahanan,” ujarnya.

Sedangkan jumlah tahanan yang ada di rutan saat ini, Sumidak mengatakan, jumlah tahanan sebanyak 74 orang. Sementara sesuai kapasitas, rutan tersebut hanya bisa dihuni 13 orang. Namun karena keterbatasan dan statusnya over kapasitas, ya beginilah kondisinya. Terpaksa kita buat bersusun,” ucapnya.

122 Napi Peroleh

Remisi di Madina

Sebanyak 122 dari 210 napi yang ada di Lapas Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memperoleh remisi atau potongan masa tahanan dalam rangka HUT RI ke-65. Dari 122 napi itu, dua orang di antaranya bebas mengingat masa tahanan sebelumnya yang hampir habis.

Demikian disampaikan Kepala Lapas Panyabungan, Kabupaten Madina, Bambang Basuki BcIP SH saat ditemui METRO di rumahnya usai mengikuti upacara bendera di lapangan terminal Kota Panyabungan, Selasa (17/8).

Bambang menjelaskan, dalam rangka HUT RI tahun ini, Lapas Panyabungan memberikan potongan masa tahanan atau remisi bagi 122 napi. Dari jumlah napi yang peroleh remisi tersebut, dua orang di antaranya bebas yakni Arman Waruhu, yang memiliki masa tahanan selama sembilan bulan, dan Arjuddin Lubis memiliki masa tahanan selama lima tahun, mengingat masa tahanan sebelumnya yang hampir habis.

Kepala Lapas juga menyebutkan, lamanya remisi yang diperoleh bagi seorang napi akan berbeda dengan napi lainnya, karena remisi ini diperoleh dari lamanya masa tahanan napi. Di samping itu remisi ini juga diperoleh dari perilaku baik yang dilakukan para napi, dan aktif dalam mengikuti seluruh kegiatan pembinaan yang dilakukan pihak Lapas, serta disiplin yang ditunjukkan napi itu sendiri.

“Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi napi untuk memperoleh remisi. Yakni para napi menunjukkan perilaku yang baik dan menunjukkan kalau dia sudah menyesali keselahan yang telah diperbuat selama ini. Selalu aktif dalam mengkuti segala rutinitas pembinaan yang kita jadwalkan, dan yang lebih utama adalah remisi diberikan dari lamanya masa tahanan napi itu sendiri,” terang Bambang.

Lebih lanjut Bambang menceritakan tentang pemberian remisi. Diumpamakannya, para napi yang divonis hukuman selama 7 tahun penjara, dan setiap tahun dia akan memperoleh remisi sebanyak 2 kali. Yakni remisi HUT RI dan remisi khusus semisal hari raya keagamaan. Remisi yang diperoleh napi itu juga akan terus bertambah.

“Misalnya dalam rangka HUT RI ini, napi memperoleh remisi 2 bulan. Untuk remisi berikutnya bisa bertambah menjadi 4 bulan, dan ini tergantung kepada perilaku napi itu sendiri. Sedangkan remisi yang diperoleh napi dalam rangka HUT RI bervariasi, namun jumlah maksimal enam bulan. Dan untuk remisi khusus semisal lebaran maksimal masa remisi yang diperoleh dua bulan saja,” terangnya

Baca Juga :  PREDIKSI TEMPAT MELIHAT GERHANA MATAHARI 15 JANUARI 2010

Lebih lanjut Bambang menerangkan, Lapas merupakan tempat pembinaan spiritual yang diberikan bai pelaku-pelaku pelanggaran hukum, dan Lapas bukanlah tempat untuk menghukum para napi. Hal ini, sebut Bambang, terbukti kalau aktifitas yang dilakukan di dalam Lapas hanyalah kegiatan yang berwujd pembekalan diri apabila telah keluar dari Lapas nantinya. “Dalam hal ini kita memberikan bekal spiritual semisal adanya pengajian rutin yang dilaksanakan selama 3 hari dalam 1 minggu, di samping itu kita juga mengajari para napi untuk bisa berkreasi semisal belajar membuat jaring atau kerajinan lainnya. Karena kita memiliki prioritas yakni ketika napi itu keluar dari Lapas atau bebas, maka dia sudah ada persiapan apa yang harus dia lakukan untuk mengulangi kembali hidup barunya,” ujar Bambang mengakhiri.

25 Napi di Rutan Gunung Tua Dapat Remisi

Sebanyak 25 napi yang ada di Cabang Rumah Tahanan (Rutan) Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara mendpaat remisi pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-65 melalui Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI, No W2-3839.PK.01.01.02 tahun 2010 tanggal 6 Agusutus 2010. Pemberian remisi diserahkan langsung Bupati Padang Lawas Utara Drs Bachrum Harahap, Selasa (17/8) pagi di Cabang Rutan Gunung Tua yang dihadiri unsur Muspida Plus.

Kepala Carutan Gunungtua, Muda Husni BC IP SH dalam laporannya mengatakan, sebanyak 25 napi mendapat pengurangan masa hukuman atau remisi. Dari 25 napi yang mendapatkan remisi, tiga orang di antaranya adalah remisi langsung bebas, sedangkan yang lainya hanya keringanan hukuman.

Lebih lanjut Husni menuturkan, para tahanan dalam carutan tersebut senantiasa diberikan pembinaan. Pembinaan yang dilakukan di antaranya adalah pembinaan mental agama, pembinaan ketrampilan, pembinaan kegiatan usaha, pembinan olah raga serta hiburan.

Bupati Padang Lawas Utara Drs Bachrum Harahap dalam kesempatan tersebut memberikan ucapan selamat atas remisi yang telah diterima napi, terlebih kepada yang langsung bebas.

“Atas nama pribadi saya mengucapkan selamat atas remisi yang telah diterima para napi. Selain itu kepada napi yang langsung bebas, saya berpesan dan berharap agar tidak mengulangi kejadian yang membuat masuk bui ini lagi. Kembalilah kepada masyarakat dengan baik, sehingga masyarakat pun akan menerimanya dengan baik,” pesan Bupati Bachrum dihadapan para Muspida Plus dan para warga hunian Carutan Gunung Tua.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/379_Napi_Dapat_Remisi_di_Tabagsel

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*