17 Agustus, Polresta Siantar Diserang Oknum TNI, Sepedamotor dan Mobil Dalmas Rusak

5976677659c41364b4f9c289e0e55264582d35d 17 Agustus, Polresta Siantar Diserang Oknum TNI, Sepedamotor dan Mobil Dalmas Rusak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Pematangsiantar, Selasa (18/7) ternoda. Tadi malam sekira pukul 21.00 WIB, Mapolresta Pematangsiantar diserang puluhan pria berbadan tegap berpakaian sipil. Mereka merusak beberapa sepedamotor, mobil Dalmas, dan lampu pagar Mapolresta.

Kapolresta Pematangsiantar AKBP Fatori SIk melalui Pabungpen Kompol Muslim, tadi malam menerangkan, penyerangan dipicu salah seorang warga yang diduga keluarga Tentara Nasional Indonesia (TNI), atas nama Ag (20), warga Nagori Bandar, Kerasaan, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, ditilang petugas Satlantas Polresta Pematangsiantar, bernama Rd. Ag ditilang saat mengendarai sepedamotor Yamaha Vega BK 6257 WJ, di Jalan Sutomo, Selasa pagi. Kebetulan pagi itu petugas Satlantas menggelar razia lalu-lintas.

Saat ditilang, petugas meminta surat-surat kepada Ag, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Namun rupanya Ag tidak dapat menunjukkan surat-surat tersebut. Alhasil petugas menahan sepedamotor tersebut.

Ag sendiri tidak langsung merelakan sepedamotornya ditahan. Ia berupaya memohon kepada petugas agar sepedamotornya dilepaskan. Namun petugas mengatakan agar urusan tersebut diselesaikan hari ini, Rabu (18/8).

Akhirnya Agus pasrah sepedamotornya ditahan petugas. Namun tak diduga, malamnya, 40-an pria diduga oknum TNI yang mengendarai sepedamotor datang dan memasuki pelataran Mapolresta. Selanjutnya mereka menemui petugas jaga untuk melepaskan sepedamotor Ag. Hanya saja, mereka tidak membawa STNK sepedamotor tersebut, sehingga polisi tidak bersedia menyerahkan sepedamotor.

Baca Juga :  Isu Begu Ganjang Melanda Ajibata

Tak ayal terjadi ketegangan antara ‘tamu’ dengan petugas kepolisian. Setelah beberapa menit bersitegang, puluhan orang ini keluar. Namun di pelataran Mapolresta, mereka merusak beberapa barang, antara lain sepedamotor Suzuki Smash biru BK 3061 WD, Suzuki Spin biru tanpa plat, Yamaha Jupiter Z BK 2803 FV, kaca spion sebelah kiri mobil Dalmas, dan dua lampu pagar Mapolresta, serta pot bunga. Usai merusak, para penyerang berlalu. Melihat markasnya dirusak, beberapa personel kepolisian yang jumlahnya tak seimbang dengan pihak penyerang, tidak memberikan perlawanan.

Masih kata Muslim, tadi malam pihak Polresta dan beberapa petinggi TNI di Pematangsiantar telah berkoordinasi untuk mencari pelaku penyerangan. Menurut Muslim, diketahui pelaku penyerangan adalah oknum TNI, namun tidak bertugas di Pematangsiantar. Mereka, sambungnya, sedang menjalani pendidikan di Rindam I/Bukit Barisan Pematangsiantar.

Dikenali Melalui CCTV

Muslim menambahkan, pasca penyerangan, tadi malam sekira pukul 22.30 WIB, pihak Polresta berkoordinasi dengan petinggi TNI di Siantar Simalungun, antara lain dari Denpom Pematangsiantar, Kodim 0207/Simalungun, Korem 022/Pantai Timur, dan Yonif 122 Tombak Sakti. Mereka bersama-sama menyaksikan rekaman kejadian melalui kamera CCTV yang ada di luar gedung di Polresta. Dari rekaman CCTV diketahui, tidak ada penyerang yang mengenakan seragam TNI.

“Kedatangan mereka melalui pintu gerbang dan terdiri atas dua gelombang yang berselang sekitar 15 menit. Jumlah seluruhnya diperkirakan sekitar 40 orang. Sejauh ini polisi memastikan mereka itu oknum TNI. Namun kita pastikan mereka bukanlah anggota dari Yonif 122/Pantai Timur ataupun Kodim 0207/Simalungun. Mereka adalah oknum TNI yang sedang pendidikan di Rindam I/BB. Selain itu di antara penyerang juga ada warga sipil. Mereka dikenali setelah kita melihat rekaman di CCTV,” jelas Muslim.

Baca Juga :  Pilkada Sidimpuan Ajang Pertarungan Anak Pejabat?

Sumber: http://metrosiantar.com/Berita_Foto/Polresta_Siantar_Diserang_Sepedamotor_dan_Mobil_Dalmas_Rusak

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Masih pendidikan saja, sudah melakukan penyerangan / perusakan, apalagi sudah menjadi TNI, semakin semena-mena menindas rakyat. TAPI yang pasti, tidak akan ada tindakan dari pimpinan TNI setempat kepada anggota TNI yang melakukan penyerangan / pengrusakan tersebut, kelakukan begitu koq dibanggakan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*