17 Mobil Dibakar dalam Rusuh Pilkada Mojokerto

Surabaya, Sejumlah mobil dinas dibakar massa yang mengatasnamakan Arkam (Aliansi Rakyat Kabupaten Mojokerto) di halaman Pemkab Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (21/5).

Sebanyak 17 mobil milik pribadi dan dinas di jajaran Pemkab Mojokerto, Jawa Timur, Jumat, rusak dibakar dengan bom molotov oleh massa yang diindikasikan terkait dengan pilkada setempat.  Saat kejadian yang berlangsung di halaman Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto itu, di dalam gedung sedang berlangsung penyampaian misi dan visi tiga pasang calon yang bersaing dalam Pilkada Kabupaten Mojokerto.

Aparat Kepolisian Resor Mojokerto mengamankan puluhan pengunjuk rasa dan bom molotov pascakerusuhan itu. “Pengunjuk rasa yang ditangkap ini diduga kuat merupakan pendukung salah satu pasangan bakal calon bupati Mojokerto yang tidak lolos proses verifikasi oleh komisi pemilihan umum,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh Antara menyebutkan massa yang diduga berasal dari calon bupati yang dicoret oleh KPU itu merasa keberatan fasilitas negara ditempeli gambar atau poster pejabat kini (incumbent), sehingga mobil di pendopo itu pun dibakar dengan menggunakan bom molotov. “Korlap aksi diamankan dan sudah dibawa. Sebagian massa dibawa mobil polisi, sebagian ada yang ditangkap di gedung dewan,” tutur polisi yang enggan disebutkan jatidirinya.

Pengunjuk rasa yang ditangkap tersebut diduga telah melakukan perusakan dan pembakaran 17 mobil pribadi dan dinas saat berlangsungnya Rapat Paripurna DPRD Mojokerto dengan agenda pembacaan visi dan misi pasangan cabup-cawabup Mojokerto.

Baca Juga :  Semburan Gas Lapindo Bakar Ibu dan Anak

Begitu kerusuhan terjadi, rapat paripurna DPRD Mojokerto masih terus dilangsungkan dan begitu usai, tiga pasangan calon yakni Mustofa Kamal Phasa-Khoirun Nisa (Manis), Suwandi-Wahyudi Iswanto (Wasis) dan Khoirul Badik-Yazid Kohar (Khoko) keluar Gedung DPRD Mojokerto dengan pengawalan ketat dari aparat.  Dari data di lokasi sudah ada sekitar 25 mobil yang rusak karena kaca dipecah massa dan dibakar. “Namun, dari jumlah tersebut kendaraan yang rusak parah terdapat 17 kendaraan,” paparnya.

Usai terjadi kerusuhan, polisi menutup Jalan A. Yani dan mengalihkan arus lalu lintas ke jalan alternatif untuk menjaga situasi supaya kondusif. Sebanyak 50 personel polisi lalu lintas melakukan pengaturan antisipasi dengan memblokir lalu lintas.

Akibat kerusuhan di Mojokerto itu, sebanyak sembilan orang dirawat di RS dr Wahidin Sudiro Husodo. Sembilan orang terdiri dari tiga polisi, satu orang pegawai negeri sipil dan selebihnya warga sipil yang ikut unjuk rasa berakhir rusuh.

Mereka dirawat di ruang berbeda, empat orang dirawat di UGD, selebihnya di ruangan Mawar III. Rata-rata mereka dirawat akibat luka di kepala yang mengeluarkan darah.  Unjuk rasa di gedung dewan Kabupaten Mojokerto itu dilakukan massa yang menamakan dirinya Arkam (Aliansi Rakyat Kabupaten Mojokerto) yang mengamuk dan melempari halaman gedung dewan dengan bom molotov.

Saat itu, massa langsung mendatangi kantor dewan dengan merusak pagar serta menerobos barisan polisi yang berjaga di depan kantor dewan. Selain merusak pagar, massa juga melempari sejumlah mobil anggota dewan dan juga kendaraan tamu yang terparkir di halaman gedung dewan.

Baca Juga :  Budi Waseso jadi Kepala BNN

Aksi itu bermula ketika ratusan orang itu hendak masuk ke halaman gedung dewan. Namun naas, keinginan mereka harus tertahan barikade aparat. Praktis, saling dorong pun terjadi dan belasan orang mampu menerobos barikade polisi masuk ke halaman gedung dewan. Aparat Polres Mojokerto menyita 90 unit bom molotov dan menangkap 103 pengunjuk rasa pascakerusuhan di gedung DPRD setempat.  (Ant)

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=55737:17-mobil-dibakar-dalam-rusuh-pilkada-mojokerto&catid=3:nasional&Itemid=128

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*