2 Penderita Penyakit Aneh Dari Padang Bolak Dirujuk ke RS Adam Malik

7636571d1f7a2a79921bc1661f67725cb14809a 2 Penderita Penyakit Aneh Dari Padang Bolak Dirujuk ke RS Adam Malik
Jasabungan Harahap, warga Desa Tanjung Marulak, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Paluta yang menderita penyakit aneh di kaki dan tubuhnya saat di RSUD Gunung Tua, Kamis (20/1).

Dua warga Desa Tanjung Marulak, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), yang menderita penyakit aneh, yakni Jasabungan Harahap (50), dan Hotmar Harahap (4), dirujuk pihak Dinas Kesehatan Paluta ke Rumah Sakit H Adam Malik Medan, Kamis (20/1). Di kaki dan tubuh Jasabungan seperti tumbuh banyak benjolan-benjolan, sementara di mata sebelah kiri Hotmar seperti ada tumor.

“Kedua pasien belum dipastikan mengidap penyakit apa karena belum diperiksa secara medis. Insya Allah kita akan rujuk keduanya ke RS H Adam Malik Medan, karena ketiadaan ahli yang menanganinya di sini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Paluta H Mara Bintang Harahap didampingi Kabid Yankes Dr Hj Zunaidah Harahap, dan Direktur RSU Gunung Tua Dr H Naga Bakti Harahap, saat menjenguk Jasabungan dan Hotmar di RSUD Gunung Tua, Kamis (20/1).

Sementara itu ketika ditemui METRO di RSUD Gunung Tua, kedua keluarga pasien mengaku sangat terharu ketika Pemkab Paluta melalui Dinas Kesehatan memberikan perhatian yang sangat besar untuk kesembuhan penyakit yang diderita warga Tanjung Marulak tersebut. “Kami berharap dengan dirujuknya berobat ke Medan (RS H Adam Malik, red) dapat mengobati penyakit yang diderita kedua keluarga kami ini. Selain itu kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap perhatian Bupati Paluta Drs H Bachrum Harahap dan semua pihak yang telah memberikan dukungan dan perhatian terhadap derita keluarga kami ini,” kata istri Jasabungan, Doreale Siregar didampingi ibu Hotmar, Tety Siregar.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Korupsi di Dinkessos Palas

Ketua Nasional Demokrat Kabupaten Paluta Ismail Hasibuan SPdi didampingi Sekjend, Ongkoe Harahap mengaku merasa prihatin atas penyakit yang diderita kedua warga Desa Tanjung Marulak tersebut.  “Kita juga ikut merasa prihatin atas penyakit yang diderita mereka. Kita akan memberikan bantuan yang sepantasnya terhadap kedua penderita penyakit tersebut,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jasabungan menderita penyakit aneh tersebut sejak tahun 2008. Karena ketiadaan biaya, proses penyembuhan Jasabungan terhenti. Dia pun terbaring lemah di rumah mertuanya di Desa Tanjung Marulak sambil terus berharap ada keajaiban penyakitnya bisa sembuh.

Penyakit aneh yang menghinggapi sekujur tubuhnya itu tersebar mulai dari telapak kakinya, hingga ke pinggang penuh. Bentuknya seperti luka mengelilingi kakinya. Bau busuk dan kucuran air dari luka terus mengalir. Tidak ada yang bisa diperbuatnya. Ketiadaan biaya dan susahnya hidup, membuat Jasabungan hanya pasrah dan berharap uluran tangan dari para dermawan untuk bisa keluar dari derita penyakit itu.

Salah seorang anggota keluarga Jasabungan, H Harahap mengaku, Jasabungan mengidap penyakit aneh itu saat bekerja di ladang sebagai buruh pada tahun 2008 lalu. Ketika itu dia menginjak pecahan kayu lalu menimbulkan luka di bagian telapak kaki. Setelah beberapa lama, luka itu berubah menjadi kudis dan terus menghinggapi sekujur tubuhnya.  “Kami sudah membawa famili kami ini (Jasabungan, red) berobat sejak tahun 2009. Oleh pihak rumah sakit, mengaku tidak mengenal jenis penyakit Jasabungan ini. Karena ketiadaan biaya perobatan akhirnya kami mundur, dan mengobati secara pengobatan kampung,” ucapnya.

Baca Juga :  Puluhan Tahun Irigasi Batang Gadis Tak Terairi

Parahnya, sebut Harahap, memasuki awal tahun 2010, Jasabungan hanya bisa tergeletak di rumah mertuanya di Desa Tanjung Marulak dan tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa tidur dan makan saja akibat penyakit aneh yang semakin menjalar di sekujur tubuhnya.

Sementara itu Hotmar Harahap (4), yang juga warga Desa Tanjung Marulak, Kecamatan Padang Bolak, di bagian bola matanya sebelah kiri keluar. Hotmar terindikasi menderita penyakit tumor mata. Orang tuanya tidak mempunyai biaya untuk membawa Hotmar berobat. Hotmar hanya mampu menangis merasakan sakit yang di deritanya. Penyakit yang dialami Hotmar tersebut sejak dua tahun lalu. (thg) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*