2 Tahun Pemekaran, Pembangunan Di Kab. Paluta Masih Statis

Setelah 2 (dua) tahun pemekaran, fakta menyatakan  percepatan pembangunan khususnya pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Padang Lawas Utara masih statis. Sehingga dapat dinilai pembangunan daerah ini terus mengalami stagnasi.

Penilian ini, didasarkan kepada opini yang berkembang di dalam masyarakat secara umum, khususnya penilaian kinerja Pemerintah Daerah, yang tidak tepat sasaran dan sekedar menghamburkan uang Negara.

Demikian dikatakan, ketua umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Padang Lawas Utara (P.P. Gema Paluta), Gusti Putra Hajoran Siregar.

Hal itu dikatakan terkait adanya opini tentang meningkat dan majunya pembangunan di Kabupaten Padang Lawas Utara, Gema Paluta berpendapat opini itu hanyalah sesuatu penilaian yang menyimpang dan sangat menyesatkan.

Kita ketahui, ujar Gusti, cita-cita awal pembentukan kabupaten yang baru adalah amanah otonomi daerah di era reformasi dan memiliki semangat akcelaration (percepatan) pembangunan dan welfare society (kesejahteraan masyarakat), tetapi kenyataan yang paradoks justru mengahsilkan kesan yang mengecewakan semua pihak.

Untuk itu, perlu political will (kemauan politik) dari pemerintah serta dukungan dari berbagai pihak untuk saling mendukung dan bersinergi, pembangunan bisa berjalan lancar apabila dikawal bersama, jangan membuat penilaian-penilaian yang menyampingkan suara mayoritas dalam hal ini masyarakat.

“Sungguh keniscayaan pembangunan akan dapat terwujud, tanpa adanya kemauan dari pemerintah yang efektif, efisien, progresif dan transparan,” tuturnya.

Sebab itu, lanjut Gusti, masyarakat umum pun bisa menilai opini itu hanyalah sebuah rekayasa intelektual yang bertujuan untuk mendoktrinisasi publik. “era modern saat ini, progresifitas informasi dan teknologi telah menjadikan masyarakat  makin cerdas dan mampu melakukan penilaian kritis dan objektif terhadap persoalan, meskipun kualitasnya masih dalam taraf  kesederhanaan”, pungkasnya.

Baca Juga :  Dugaan Proyek Fiktif PemKab. Tapanuli Selatan Diusut DPRD

Sumber:

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Mahasisa kejuruan bisa menjadi ujung tombak dalam memulai aksi pembangunan dengan cara terjun langsung ke Masyarakat. Dan tentunya harus ada dukungan dari pihak Pemda setempat, Pembukaan sarana jalan transprotasi dan memperbaiki Jalan angkutan Desa dan antar Kota akan mempercepat pembangunan di Daerah yang baru ini. Apalagi padanglawas sangat banyak SDA yang bisa digunakan untuk pembangunan…..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*