2010, Kerugian Akibat Software Bajakan USD1 Miliar

Donny A Sheyoputra

Pembajakan software selama di tahun 2010 ini, tidak akan berubah malah diprediksi akan terus mengalami peningkatan. Bahkan jumlahnya bisa mencapai USD1 miliar.

Dijelaskan Kepala Perwakilan Bussines Software Alliance (BSA), Donny A Sheyoputra, memang data yang dikeluarkan secara resmi mengenai jumlah kerugian akibat pembajakan software di Indonesia selama tahun 2010 ini belum keluar. Biasanya memang laporannya akan keluar pada Mei 2011 mendatang.

“Jika melihat dari tahun 2009, yang jumlah kerugiannya mencapai USD886 juta maka saya prediksi di tahun ini jumlahnya bisa menembus hingga USD1.000 juta,” terang Donny, di sela-sela acara sosialisasi BSA, di Rumah Makan Seribu Rasa, di Jakarta, Senin (29/11/2010).

Prediksi Donny ini bukannya bentuk pesimistis dari penegakan pemberantasan pembajakan software di tanah air, namun imbas karena semakin meningkatnya pasar PC di Indonesia. Mengutip sebuah data, jumlah penjualan PC di pasar lokal, bisa mencapai 3 juta.

“Semakin tinggi permintaan PC, semakin tinggi pula permintaan softwarenya. Dan semakin tinggi pula peluang sebuah software dibajak,” tambahnya.

Dia juga menambahkan, kerugian ini sebagian besar berasal dari aksi kotor perusahaan yang masih menerapkan kebijakan penggunaan software bajakan di ruang lingkup kerjanya. Walaupun tidak bisa dipungkiri juga, dari kalangan end user juga menyumbang kerugian, walaupun tidak sebesar di kalangan korporat.

Mengapa demikian?

Dicontohkan olehnya, 1 perusahaan menengah saja mempunyai sekira 50 komputer. Jika diestimasikan di kalangan perusahaan konstruksi, maka software yang diperlukan misalnya adalah, Microsoft, Office, Autodesk dan lain sebagainya, yang rata-rata lisensinya bisa mencapai USD3.000.

Baca Juga :  Cara Mengetahui Jenis Kelamin Komputer

Kerugian juga tidak hanya berasal dari kalangan penyedia lisensi software tersebut karena dalam hal ini negara pun dapat akan mendapatkan sejumlah kerugian yang tidak sedikit.

“Kehilangan pendapatan bisa terjadi di Pajak Penambahan Nilai (PPN), bayangkan dari USD886 juta di tahun 2009, ambil sedikitnya 10 persen. Berapa banyak kerugian yang akan diderita?” sebut Donny.

Untuk itulah, Donny mengharapkan peran serta dari semua pihak, khususnya penegak hukum agar pengguna bajakan, khususnya dikalangan korporat bisa ditekan seminimal mungkin. Caranya, salah satunya dengan sosialisasi mengenai penggunaan dan peredaran software berlisensi. (okezone.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*