Parapat & Samosir Sepaket dengan Brastagi & Medan

637451666d7d486d052d232a9f75f4de8080c73  Parapat & Samosir Sepaket dengan Brastagi & Medan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Sumatera Utara (Sumut) mengusulkan Parapat, Samosir, Berastagi, Bahorok, Tangkahan, Nias, menjadi daerah tujuan wisata yang layak dijual ke wisatawan dalam dan luar negeri. Sedangkan pasar utama penjualan paket-paket wisata Sumut itu adalah Malaysia dan Singapura (untuk Asean). Kemudian Belanda, Jerman, dan Perancis (Eropah Barat) dan Australia, Cina dan Taiwan (Asia Pasifik). Semuanya ini dikemas dalam paket Travel Pattern.

%name  Parapat & Samosir Sepaket dengan Brastagi & Medan %name  Parapat & Samosir Sepaket dengan Brastagi & Medan

Ketua Asita Sumut, Solahuddin Nasution usai kegiatan Travel Pattern di Sumut mengatakan, untuk mendorong peningkatan daya saing pariwisata dengan harapan jumlah kunjungan wisatawan bertambah, maka paket wisata Medan-Parapat-Samosir-Brastagi-Medan itu bisa dijual untuk empat hari tiga malam. Lalu Medan-Bahorok-Tangkahan-Medan dengan hari yang sama, dan Medan-Nias-Medan lima hari empat malam, serta Medan-Padang overland untuk paket tujuh hari enam malam.

Sedangkan Medan City Tour dan Shopping, Medan City Tour dan golf bisa untuk paket satu hari. “Usulan itu memang diakui mengadopsi paket yang sudah ada sebelumnya atau konvensioal karena memang objek wisata itu yang layak dijual, meski diakui juga masih sarat dengan ganjalan seperti infrastuktur yang tetap juga belum memadai dari dan di tempat tujuan wisata itu,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Sudarno mengakui, wisatawan masih mengeluhkan infrastruktur khususnya jalan menuju ke objek wisata Sumut yang sebagian besar jelek. Tetapi masalah itu terus berupaya diatasi dengan melakukan koordinasi dengan jajaran terkait termasuk pemko/pemkab dimana objek wisata itu berada.

Dia juga mengakui, kunjungan wisatawan ke Sumut masih belum pulih seperti tahun 1996 dan 1997 yang sempat mencapai 300 ribuan orang, dimana pada tahun lalu masih hanya 163.159 orang dari 2008 yang 152.494 orang.

Tetapi kunjungan yang menurun itu bukan semata karena infrastruktur yang jelek, tetapi juga karena pengaruh global yakni krisis moneter disusul krisis global dan termasuk dampak kejadian nasional seperti bom Bali.

“Namun Pemprov Sumut yakin kunjungan wisman akan terus meningkat karena pemerintah bersama pelaku industri pariwisata juga terus berupaya meningkatkan koordinasi dan berupaya menjual pariwisata Sumut,”

Sumber: METRO SIANTAR

Author: erikson

Erikson Prandis HUTAJULU, Padangsidimpuan,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *