Husni Mubarak Mundur, Rakyat Mesir Berpesta

Warga Mesir yang berkumpul di alun-alun Tahrir meluapkan kegembiraan mereka setelah mendengar pengumuman pengunduran diri Presiden Husni Mubarak, Jumat (11/2). (analisadaily)

Husni Mubarak, Jumat (11/2), akhirnya mundur sebagai Presiden Mesir dan menyerahkan kekuasaan kepada Dewan Militer. Mundurnya Mubarak ini disampaikan Wakil Presiden  Omar Suleiman melalui pidato televisi yang disiarkan secara nasional.

“Dalam keadaan sulit yang dialami negeri ini, Presiden Husni Mubarak memutuskan untuk menanggalkan jabatan presiden dan  memerintahkan Dewan Militer untuk memegang tampuk kekuasaan,” ujar Suleiman.  Pengumuman itu disambut gegap gempita massa di Lapangan at Tahrir (Pembebasan), Kairo, yang telah menggelar aksi unjuk rasa anti-Mubarak lebih dari dua pekan. Klakson-klakson mobil dibunyikan dan bendera Mesir dikibarkan  tak lama  setelah Omar Suleiman mengumumkan hal tersebut.

Mohammed ElBaradei, mantan kepada badan pemeriksa nuklir PBB, peraih penghargaan nobel dan merupakan tokoh utama aksi demonstrasi anti-Mubarak, menyatakan kegembiraannya. “Ini adalah hari paling besar dalam hidup saya,” kata ElBaradei yang disebut-sebut akan menjadi pengganti Mubarak itu. “Negara ini telah dibebaskan setelah berdasawarsa dalan represi,” katanya dengan menambahkan dirinya mengharapkan transisi kekuasaan yang ‘indah’.

Puluhan juta rakyat Mesir langsung bersuka cita. Di berbagai tempat mereka menunjukkan kebahagiannya dengan berbagai cara. Pelukan, air mata, dan teriakan kebahagiaan membahana dari seluruh penjuru Mesir malam itu. Warga berdansa, meniup terompet dan banyak  mengibar-ngibarkan bendera nasional Mesir. “Rakyat telah menumbangkan rezim,” teriak massa yang berada di Lapangan Tahrir.

“Allah Akbar. Saya orang Mesir. Saya bangga sebagai orang Mesir,” begitu kata mereka. “Terima kasih ya Tuhan, saya jadi pengangguran karena dia (Mubarak-red), kehidupan sangat susah, sekarang saya akan memulai hidup baru,” ujar Ahmed (35) yang berada di luar  Istana Presiden. “Terima kasih, terima kasih Tuhan, ketidakadilan telah sirna dan segalanya akan lebih baik. Jika tidak, kami akan kembali ke jalan dan menuntut perubahan,” tutur seorang pemilik toko roti, Reda Alrouby

Mencoba Bertahan

Husni Mubarak, yang telah 30 tahun berkuasa, sebenarnya terus mencoba bertahan. Dalam pekan pertama aksi unjuk rasa massal yang dimulai 25 Januari lalu itu, Mubarak dengan tegas menyatakan menolak untuk mundur segera dengan alasan kemunduran segara bisa memicu  kekacauan.

Untuk meredakan massa, Mubarak menyatakan tidak akan mencalonkan diri lagi dalam Pilpres September mendatang dan akan memberlakukan reformasi pemerintahan segera. Tapi janji-janji ini tidak memuaskan para pengujuk rasa yang menginginan ia mundur segera. Keputusan Husni Mubarak ini dilakukannya setelah ia kehilangan dukungan. Militer yang selama ini menopang kekuasaannya tidak lagi secara penuh mendukungnya dengan tidak bersedia untuk membubarkan aksi unjuk rasa menentangnya.

Mubarak juga kehilangan dukungan internasional. Amerika Serikat (AS) yang selama ini menjadi pendukung pentingnya malah sebaliknya mendesak ia mengundurkan diri. Desakan yang sama juga dikemukakan banyak pemimpin dunia, termasuk sejumlah negara Eropa. (AP/tkz) (analisadaily.com)

Author: Moline

Administrator, sekumpulan orang yang suka melompat-lompat dari Warnet satu ke Warnet yang lain untuk mengembangkan BLOG ini dan dari Pekerjaan yang satu ke Pekerjaan yang lain-nya untuk membiayai BLOG ini makanya kami menyebut diri kami MoLine alias Monyet Online https://apakabarsidimpuan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *