2012, Pemkab Madina Bangun Pelabuhan

MADINA- Pemkab Madina akan membangun pelabuhan Laut Palimbungan di Kecamatan Batahan atau sekitar 110 kilometer dari Panyabungan. Namun, sejauh ini Dinas Perhubungan masih melakukan negoisasi pembebasan lahan dengan masyarakat.

Bupati Madina Hidayat Batubara melalui Kadis Perhubungan Harlan Batubara, kepada METRO, Selasa (19/7) di ruang kerjanya, mengatakan, di Madina hanya ada satu pelabuhan Sikarakara di Kecamatan Natal, tetapi pelabuhan Sikarakara itu mengalami penyurutan setiap waktu hingga kedalamannya hanya 3 meter.

Telah sering dilakukan pengerukan tetapi diperkirakan penyurutan ini sewaktu-waktu akan terjadi sehingga menjadi kendala bagi kapal yang ingin berlabuh. Saat ini pelabuhan Sikarakara sudah tidak aktif.

Mengatasi hal itu, pemkab telah melakukan survei untuk dijadikan pelabuhan laut, dan melalui visibility study (studi kelayakan, red) pemkab telah bekerja sama dengan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub RI. Dan, wilayah Palimbungan di Kecamatan Batahan yang paling tepat untuk dijadikan pelabuhan  laut, dan Palimbungan ini setelah dianalisa akan jauh dari kedangkalan seperti yang sering terjadi di pelabuhan Sikarakara.

“Kita telah meakukan studi kelayakan dan hasilnya yang paling layak lokasi pembangunan pelabuhan ini di Parlimbungan Batahan dengan kenetralan kedalaman laut di lokasi pelabuhan sekitar 12 meter. Palimbungan ini juga dilindungi pulau Tamang yang tak jauh dari lokasi pelabuhan sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya pendangkalan air laut,” terangnya lagi.

Baca Juga :  Diperiksa Kejari Terkait Kasus PS Sidimpuan Rp. 2,7 M - Sarmadhan dan Bukhori Dianggap Tau Aliran Dana

Untuk itu, dilanjutkannya, saat ini Pemkab Madina sedang melakukan negosiasi lahan dengan masyarakat sekitar meskipun lahan itu bukan milik masyarakat. Artinya, pembangunan pelabuhan ini harus didukung oleh masyarakat. “Salah satu kendalanya lahan itu bukan milik pemkab, untuk itu kita sedang melakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar supaya jangan ada sengketa. Apabila tak ada kendala lagi tahun depan pembangunannya akan dimulai,” tambahnya. Di samping itu, Dishub sedang melakukan kerja sama dengan SKPD yang lain semisal Badan Perencana Pembangunan Daerah, dan juga dengan Dinas PU tentang pembukaan akses jalan menuju pelabuhan.

“Kalau semuanya telah rampung, saya rasa ini salah satu upaya untuk peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Ini juga salah satu cara untuk menghindari operasi truk over tonase dari jalan lintas Pantai Barat yang saat ini sebagian telah rusak total. Jika nanti pelabuhan ini sudah beroperasi maka dengan sendirinya akan mengurangi kerusakan infrastruktur,” tuturnya mengakhiri. (wan)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. mantap…untuk kemajuan, kenapa tidak,,, tpi jangan ada yang tersakiti dalam pembangunan tersebut….

    salam sada roha..!!!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*