Tambang Emas Fasilitasi Penanaman Benih Unggul

20160913075005 585 Tambang Emas Fasilitasi Penanaman Benih Unggul

Penanaman Perdana Kelompok Tani Permata Hijau bersama perwakilan Tambang Emas Martabe, Muspika Batangtoru, dan perwakilan BP3K (Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) Batangtoru, melakukan penanaman perdana benih padi unggul Inbrida Padi Irigasi (INPARI) 30 – label ungu, Sabtu (10/9), di lahan seluas 8 hektare di Desa Sipenggeng, Batangtoru, Tapanuli Selatan. (medanbisnis/ikhwan nasution)

Tapsel. Kelompok Tani (Poktan) Permata Hijau, Maju Bersama dan Cempaka, binaan Tambang Emas Martabe melakukan penanaman perdana benih padi unggul Inbrida Padi Irigasi (INPARI) 30 – label ungu, Sabtu (10/9), di lahan seluas 8 hektare di Desa Sipenggeng, Batangtoru, Tapanuli Selatan.

Penanaman ini dihadiri Muspika Batangtoru, BP3K (Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) Batangtoru, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengawasan dan Sertifikasi benih (BPSB) Sumatera Utara, LKMM (Lembaga Konsultasi Masyarakat Martabe), Manajemen Tambang Emas Martabe dan para anggota tiga poktan tersebut.

“Kami yakin hasil penanaman perdana ini nantinya akan mampu meningkatkan pendapatan para petani sekaligus memastikan tersedianya benih bermutu bagi para petani Batangtoru dan Kabupaten Tapanuli,” kata Stevi Thomas, selaku Deputi General Manager General Affairs Tambang Emas Martabe.

Sementara itu, Ketua Poktan Permata Hijau Iman Saleh Siregar mengatakan dirinya dan anggota kelompok tani lainnya sangat optimis penangkaran benih padi unggul ini akan berhasil.

Sistem penanaman benih padi unggul INPARI 30-label ungu adalah system of rice intensification (SRI) dengan kombinasi jajar legowo dan diperkirakan akan panen pada akhir tahun ini. “Suplai ketersediaan benih di Tapanuli Selatan hingga akhir tahunpun akan terjaga,” katanya.

Keunggulan dari benih padi INPARI 30-label ungu ini adalah tahan terhadap rendaman, dengan keadaan perubahan iklim yang ekstrim terutama risiko akibat banjir dan genangan, cocok ditanam di sawah dataran rendah hingga ketinggian 400 meter di atas permukaan laut, di daerah luapan sungai, cekungan dan rawan banjir lainnya dengan rendaman keseluruhan fase vegetatif selama 15 hari.

Selain itu keunggulan lainnya adalah umur tanaman INPARI 30 hanya 111 hari setelah semai dengan potensi hasil rata-rata 9,6 ton per hektare.

Saat ini, kebutuhan benih padi di Sumatera Utara mencapai 7.000 hingga 8.000 ton per tahun atau dua kali musim tanam. Sayangnya, benih padi yang tersedia saat ini hanya sekitar 1.000 hingga 2.000 ton per tahun atau dua kali musim tanam.

Tim Duffy, Presiden Direktur Tambang Emas Martabe mengatakan seluruh program pengembangan masyarakat mencerminkan nilai inti perusahaan yang mendorong sepenuhnya kemampuan masyarakat mengelola sumber daya alam yang dimilikinya untuk dapat memenuhi kebutuhan langsung masyarakat dan memastikan terjadinya pembangunan berkelanjutan.

Dukungan intensifikasi di bidang pertanian ini terus dilakukan perusahaan untuk berperan serta memaksimalkan pencapaian ketahananan pangan di Tapanuli Selatan yang menjadi penekanan program pemerintah nasional.

Sementara itu Kepala Desa Sipenggeng, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, Erwin Apandi Siregar, mengatakan pihaknya sangat berterimakasih atas perhatian Tambang Emas Martabe dalam membina petani di desanya.

“Atas nama masyarakat saya ucapkan terima kasih kepada Tambang Emas Martabe, karena dengan kegiatan seperti ini dapat meningkatkan pengetahuan petani dalam mengolah lahan pertaniannya yang pada akhirnya dapat meningkatkan produksi pertanian dan tentunya ekonomi masyarakat yang semakin baik,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Kepala BP3K (Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) Batangtoru Azhar Nasution, penangkar padi lebel ungu padi yang ditanam ini untuk bibit tidak untuk dikonsumsi dengan harga yang dibuat juga lebih tinggi dari beras konsumsi.

Tahun ini lebih luas bila 5 ha ini berhasil pihak tambang akan menambah menjadi10 ha. Mohon diikuti aturan tanam sesuai petunjuk agar dapat menghasilkan produksi yang bagus.

“Semoga usaha kita ini terhindar dari hama dan bencana. Semoga hasilnya bisa maksimal sehingga mampu menopang ekonomi masyarakat yang lebih baik,” katanya. (ikhwan nasution)

/medanbisnisdaily.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*