Gua Sayur Matinggi Tapsel potensial jadi objek wisata

Gua Sayur Matinggi Tapsel potensial jadi objek wisata Gua Sayur Matinggi Tapsel potensial jadi objek wisata
Gua Sayur Matinggi Tapsel potensial jadi objek wisata

Tapanuli Selatan – Selain terkenal dengan destinasi pemandian alam Aek Sijornih, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ternyata masih menyimpan destinasi gua. Sayangnya belum digali secara optimal.
pembatas

Camat Sayur Matinggi Mhd Fadhil kepada wartawan baru-baru ini mengatakan, gua tersebut berlokasi di Aek Badak Julu, Sayur Matinggi.

Untuk bisa menuju mulut Gua ‘perawan’ itu cukup menempuh jarak yang hanya dua kilometer dari salah satu simpang ruas Jalan Lintas Sumatera Padangsidimpuan – Sumatera Barat di desa itu.”Memang potensi destinasi yang memiliki estetika, objek warisan bumi itu cukup berpeluang menciptakan nilai ekonomi,” sebutnya.

Bibir gua memiliki tinggi sekitar 8 meter lebar 9 meter. Gua itu belum diberi nama. Namun, bila dikembangkan melalui kegiatan pariwisata berbasis alam (geologi) atau geowisata itu ekonomi lokal pasti berkembang.

Bagi siapa yang melihat pasti berdecak kagum. Betapa tidak, panorama keindahan bebatuan stalaktit di dalam gua terlihat berwarna warni.”Memang, kita belum tau apa-apa saja lagi yang terdapat di dalam gua selain stalaktit, dan mungkin ada juga stalagnit,” sebutnya.

Salah satu aparat Desa Aek Badak Julu Muhammad Rizki Ananda Pulungan (24) berharap, potensi destinasi wisata Gua itu bisa dikembangkan.”Masyarakat sangat mendukung itu,” sebutnya.

Menurut Ananda, masyarakat sekitar saat ini sering memanfaatkan keberadaan gua lumbung pupuk organik untuk kebutuhan penyubur tanaman petani, dimana dari dasar bibir gua ditemui kotoran binatang jenis kelelawar.

Sayur Matinggi Menuju Pilot Project

Kecamatan Sayur Matinggi bertekad sebagai pilot project atau proyek percontohan di daerah itu dalam memajukan desa-desanya.

Mhd Fadhil mengatakan, pihaknya sudah mantap memberikan berbagai pelatihan bagi kepala dan perangkat desanya.

“Delapan belas perangkat (operator) desa dilatih Teknologi Informasi (TI) dan diajari menggunakan membuat ‘Website’,” ujarnya.

Sebelumnya selama tiga hari (3-4-5/7) Kepala Desa dilatih soal program pemberdayaan masyarakat desa.Menurut dia, dengan diberinya pemahaman tentang TI dan menghidupkan sentra-sentra industri kecil (home industri-red), optimis perekonomian desa-desa-nya akan hidup.

Dengan pemanfaatan media TI, seluruh hasil produksi masyarakat nantinya akan bisa lebih dikenal masyarakat luas. “Untuk website desa-desa kita sudah siap akan di launching,” ujarnya.

“Sekuat tenaga kita dorong para Kepala Desa untuk memprogramkan Dana Desa mereka demi berkembangnya potensi ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

Apalagi, salah satu nawacita Pemerintahan Joko Widodo saat ini agar bagaimana cara mewujudkan desa Mandiri.
“Ke depan sentra-sentra ekonomi rakyat Sayur Matinggi dapat menjadi cikal bakal ke keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta pemanfaatan TI akan membantu promosi,” sebutnya.

Berbagai sentra ekonomi rakyat desa di Sayur Matinggi saat ini, seperti pandai besi dan beserta kerajinan kulit (Sipange), perbengkelan las (Huta Pardomuan), sirup jeruk organik (Aek Badak Julu).

“Mudah-mudahan apa yang dikerjakan akan menjadi contoh bagi daerah kecamatan maupun ratusan desa-desa lainnya di Tapanuli Selatan,” pungkasnya. [metrotabagsel.com]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*