2020, Tumpukan Data Indonesia Bisa 3.000 Kali Lipat Puncak Jaya Wijaya

Jakarta – EMC Corporation mengumumkan hasil penelitian yang pertama kalinya dari International Data Corporation (IDC) mengenai digital universe (jagat digital) Indonesia. Hasil penelitian itu mengungkapkan bahwa volume data di Indonesia akan bertambah dua kali lipat per dua tahun.

IDC menemukan di tahun 2014 ini volume data di Indonesia mencapai 84 exabyte (EB), yang mana 1 EB = 1 miliar GB. Jika prediksi IDC tepat, maka pada 2020 volume data tadi bisa membengkak sampai 656 EB.

Jika jumlah itu direpresentasikan dengan iPad Air yang berkapasitas 128 GB dengan ketebalan 0,29 inci, maka jumlah tumpukan data 2020 adalah 2.983 kali Puncak Jaya Wijaya,

“Saat ini penetrasi internet di Indonesia sudah tinggi, baik untuk urusan pekerjaan maupun media sosial. Di dunia saja jumlah pengguna Facebook dari Indonesia ada 48 juta yang mana 11,6 juta dari Jakarta saja,” kata Country Manager EMC Indonesia, Adi Rusli, di Jakarta Pusat, Kamis (12/6).

Namun meski tampak besar, kontribusi Indonesia terhadap jumlah data seluruh dunia masih sangat kecil. Jumlah 84 EB tahun ini hanyalah 1,3 persen dari total seluruh dunia. Sedangkan 656 EB pada 2020 hanya naik sedikit menjadi 1,5 persen.

IDC juga memprediksi ke depan nanti volume data dari pasar berkembang – Tiongkok, Rusia, Brasil, India, termasuk juga Indonesia – akan melebihi pasar maju seperti Amerika Serikat, Eropa Barat, dan Jepang. Pada 2016, volume data kedua pasar ini akan ada di titik seimbang, dan kemudian pada 2017 pasar berkembang sudah akan unggul. Bahkan pada 2020 proporsi adalah 60:40 untuk pasar berkembang.

Baca Juga :  Selamat Ulang Tahun, Google!

Pesat perkembangan volume data ini bisa dilihat sebagai lima kesempatan bagi pelaku bisnis di Indonesia. Lima peluang itu adalah bisnis model baru, informasi real-time, diversifikasi arus pendapatan, melihat bisnis secara global, dan operasi yang cerdas sekaligus efisien./beritastu.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*