Awalnya “Persahabatan”, Akhirnya “Main Serong”

Setelah dinantikan sejak kedatangan mereka dua hari sebelumnya, akhirnya band Bandung, The Changcuters, menghibur Prabumulih, Sumatera Selatan, Sabtu (6/11/2010) malam, dalam konser drama musikal parodi Spektafest 2010.

2356598620X310 Awalnya Persahabatan, Akhirnya Main Serong
Foto : The Changcuters

Tampak haus hiburan musik berkualitas, kira-kira 4.000-an warga Prabumulih langsung memadati Lapangan Prabujaya, yang terletak di sebelah barat kota Palembang, untuk menikmati musik dari grup yang digawangi oleh Tria (vokal), Qibil (gitar), Alda (gitar), Dipa (bas), dan Erick (drum).

“Gila-gilaan”, “Suka-suka”, “London”, dan “Hey Nona” beruntun diluncurkan oleh Tria cs sebagai pembuka pertunjukan mereka sebelum alur cerita terbentuknya The Changcuters diparodikan oleh Tije, Aming, Sogi, Ferry Mariyadi, dan Jodhy.

Spektafest 2010 pun diawali dengan setting cerita Qibil, Dipa, dan Tria, yang berambisi membentuk band rock n’ roll. Sebelum mereka terkenal seperti sekarang ini, tak ada satu pun yang tahu bahwa Tria sempat mengancam akan meninggalkan grup yang memulai impian mereka dari sebuah kos-kosan di Cibeureum, Bandung, Jawa Barat, tersebut.

Dikisahkan, Tria semula bukanlah vokalis seperti sekarang ini, melainkan drummer, sebelum Erick bergabung. Namun, karena Tria dianggap kurang menguasai set drum, akhirnya Dipa dan Qibil memutuskan mencari seseorang yang mampu bermain drum dengan baik.

Akan tetapi sayang, ketika itu, Tria tak mau digantikan. “Bubarkan saja band ini. Aku keluar saja dari band ini,” ancam Tria sebelum dibujuk oleh teman-temannya agar mengisi vokal saja.

Baca Juga :  Ke Mabes Polri - Disorot Kamera, Briptu Norman Malu-malu

Bujukan Dipa dan Qibil akhirnya dituruti oleh Tria. “Persahabatan” dan “Hey…Hey…” (ciptaan Rinto Harahap) pun digulirkan untuk mengilustrasi cerita itu. Kemudian The Changcuters berduet dengan vokalis rock yang juga mantan personel Seurieus, Candil, untuk memanaskan Prabumulih dengan lagu “Rocker Juga Manusia” dan “Apanya Dong”.

Kebolehan sesekali dipertontonkan oleh Dipa, Qibil, dan Alda dalam mencabik gitar dan membetot bas. Sementara itu, Tria dan Candil beradu vokal pada nada-nada tinggi. Riuh para penonton langsung menggema setelahnya.

Usai berduet dengan Candil, selanjutnya The Changcuters ditantang oleh presenter dan pelawak yang juga menyanyi, Jodhy “Super Bedjo”, untuk membawakan “Stokelan Blues”. Jodhy dan Tria pun beraksi dengan harmonika.

Maju ke kisah parodi selanjutnya, para penonton diajak untuk mengenal lebih dekat The Changcuters, yang pernah ditolak oleh produser rekaman musik. Akan tetapi, The Changcuters tetap ngotot untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam bermusik dengan menggelar konser tunggal bertema Modal Nekat.

Setelah itu, The Changcuters menggelindingkan “Ayo Semangat”, “Racun Dunia”, “Pria Idaman Wanita”, “Indehoy”, dan “I Love You Bibeh”. Pertunjukan mereka tuntas dengan “Main Serong”.(kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*