25 Napi Lapas Salambue Peroleh Remisi Natal

Sebanyak 25 narapidana (napi) yang menghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Salambue, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Tenggara, Kota Psp, memeroleh pengurangan hukuman atau remisi Natal. Kalapas Kelas II B Psp, Mashudi, melalui staf bidang remisi, Aliandi, kepada METRO, Senin (27/12), melalui telepon selulernya, mengatakan, napi yang menerima remisi Natal merupakan warga binaan uang menunjukkan sikap baik selama dalam penjara, sehingga diusulkan untuk mendapatkan keringanan atau pengurangan hukuman. “Kita lihat selama dalam penjara ke-25 warga binaan ini menunjukkan sikap yang baik. Maka kita usulkan untuk mendapatkan remisi di Hari Natal ini,” kata Aliandi.

Aliandi menambahkan, penerima remisi adalah warga binaan yang menjalani hukuman dengan tindak kejahatan untuk penyalahgunaan narkoba jenis ganja, kekerasan, dan lainnya. “Yang mendatapkan remisi ini adalah kriminal murni, kekerasan, narkoba jenis ganja dan lainnya,” sebut Aliandi. Remisi yang diberikan, sambung Aliandi, waktunya bervariasi. Khusus untuk remisi 1,5 bulan satu orang, remisi 1 bulan 20 orang, dan remisi 4 hari sebanyak 15 orang. “Saat ini warga binaan LP Kelas II B Salambue berjumlah 365 orang,” singkatnya.

1 Napi di Carutan Sipirok Juga Terima Remisi
Sementara itu, seorang napi di Cabang Rumah Tahanan (Carutan) Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Agus Zebua alias Agus juga mendapat remisi Natal sebanyak 15 hari. Kepala Cabang Rutan Sipirok, Hialmar Purba SH, kepada METRO, Senin (27/12) mengatakan, pemberian remisi terhadap narapidana tersebut sesuai dengan surat keputusan menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM) Republik Indonesia (RI) Nomor :W2-  57 .04. PK. 01. 01. 02 Tahun 2010, tentang pemberian remisi khusus Natal Tahun 2010 dan menetapkan seorang tahanan narapidana di Cabang Rutan Sipirok menerima remisi 15 hari.

Baca Juga :  Mengenal Dan Manfaat Buah Salak

“Ini sesuai dengan surat yang kita terima, dan memang hanya dia tahanan kita yang beragama Kristen. Dan ini merupakan RK 1 atau yang bersangkutan masih melanjutkan sisa hukuman di dalam tahanan,” katanya. Pada dasarnya, sambung Hialmar, pemberian remisi bagi narapidana ada dua, yakni remisi umum dan remisi khusus. Remisi umum diberikan kepada napi secara umum dan setiap tahunnya dilakukan pada Hari Ulang Tahun kemerdekaan RI, sedang remisi khusus diberikan pada peringatan hari raya keagamaan dan diberikan sesuai dengan agama masing masing narapidana.
Namun, tetap dengan melihat beberapa faktor yang mendukung pantas atau tidak diberikan remisi. “Kelakuan selama dalam tahanan merupakan salah satu faktor pemberian remisi,” pungkasnya. (phn/ran) – (Metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*