26 Wakil Rakyat Boikot Ketua

MADINA- Sebanyak 26 wakil rakyat sepakat untuk tetap tidak percaya kepada kepemimpinan Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal As Imran Khaitami. Bahkan, hingga akhir periode 2014, mereka tak ingin bekerja sama dengan pimpinan dewan itu.

Demikian ditegaskan Sekretaris Komisi I DPRD Madina Iskandar Hasibuan yang ikut menandatangani surat mosi tidak percaya tersebut, kepada METRO, Senin (30/1).

Alasannya, terang politisi PDI-Perjuangan ini, mosi tidak percaya bukanlah hal spontanitas melainkan puncak kekesalan mayoritas anggota terhadap ketua dewan.

“Ini bukan spontanitas, tetapi berdasarkan fakta selama ini. Makanya, mayoritas anggota sepakat untuk melayangkan surat itu. Kami berkomitmen tidak akan percaya apabila dia (Imran Khaitami, red) memimpin hingga akhir periode, meskipun dia menjawab surat kami maupun secara langsung minta maaf. Karena kita sama-sama memiliki hak demokrasi dan politik,” sebut Iskandar. Untuk itu, kata Iskandar, mereka sedang mengatur strategi dalam menyikapi tugas-tugas awal tahun dan tugas lain yang harus dituntaskan, semisal melakukan reses, bimbingan teknis (bintek) dan aspirasi rakyat yang harus dijalankan.

”Meskipun tanpa ketua dewan, kami akan tetap jalankan agenda dan kegiatan kami. Karena, pimpinan dewankan masih ada yang lain. Jadi, tanpa ketua dewan pun kami bisa menjalankan tugas kami sebagai wakil rakyat,” tambahnya.

Amatan METRO di gedung dewan di perkantoran Paya Loting, suasana di gedung rakyat itu lain dari biasa. Anggota dewan biasanya ramai, tapi kemarin hanya beberapa orang yang terlihat.

Baca Juga :  Pemerintah dan Ulama Dukung Polri Berantas Judi di Batang Angkola Tapsel

Menanggapi kondisi ini, praktisi hukum HM Ridwan Rangkuti SH MH kepada METRO menyampaikan, pengajuan surat mosi tidak percaya dari 26 anggota dewan terhadap ketua dewan merupakan hak politik dari mereka. Dan itu juga merupakan akumulasi kekecewaan selama ini terhadap Imran Khaitami.

”Mosi tidak percaya tersebut jangan disikapi secara enteng dengan hanya pengakuan salah atau minta maaf dan sebagainya. Menurut saya, mosi tidak percaya bukan kritikan, tetapi wujud keinginan dan hak politik dari anggota untuk melakukan perubahan sistem kepemimpinan. Saya melihat kejadian itu sebagai cerminan kegagalan seorang Imran Khaitami dalam jabatannya sebagai ketua. Dan sebagai pemimpin harus berjiwa besar, apalagi sudah diminta oleh anggota, lebih baiklah mengundurkan diri untuk kepentingan yang lebih besar,” pendapat Ridwan Rangkuti.

Ridwan menyarankan kepada 26 anggota dewan sebaiknya menyalurkan aspirasinya melalui fraksi masing-masing, sesuai dengan peraturan dan tata tertib di DPRD, agar mosi tidak percaya itu dapat diagendakan dan diproses di DPRD Madina.
Hal serupa juga diungkapkan Wakil Ketua DPD KNPI Madina, Tan Gozali Nasution, kalau kinerja Imran Khaitami sebagai Ketua DPRD Madina dinilainya tidak sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang ada. “Inilah yang ditunggu-tunggu rakyat. Karena selama ini kami melihat kinerja Ketua DPRD Madina ini tidak maksimal dan seolah-olah tidak respon terhadap persoalan rakyat Madina,” tuturnya.

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Madina, Khoiruddin Faslah Siregar berpendapat, kejadian tersebut bukti kurangnya komunikasi antara pimpinan dengan anggota dewan. Agenda dan kegiatan dewan tidak akan terganggu dengan kondisi ini.

Baca Juga :  Wisata Manjala Tradisi Lebaran

”Kalau dikatakan mengganggu, sebenarnya itu tidak mengganggu. Karena, pimpinan itu adalah kolektif. Bisa saja setiap kegiatan dipimpin wakil, tetapi ini merupakan cambuk buat seluruh anggota dan pimpinan di dewan. Dan untuk anggota dewan di Fraksi PKB sudah dikoordinasikan telebih dahulu dan penyampaian mosi tidak peraya itu adalah hak politik mereka sebagai anggota dewan. Dan kita berharap adalah komunikasi yang baik agar semua persoalan di internal DPRD Madina terselesaikan. Jadikanlah ini sebagai bahan intropeksi atas kelemahan yang ada selama ini,” sebut Faslah. (wan)

www.metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*