3 Desa Belum Dialiri Listrik Di Kec. Kotanopan Butuh Perhatian Pemerintah

Ada 3 desa di Kecamatan Kotanopan, Madina yang terbelakang dan membutuhkan perhatian ekstra dari Pemkab Madina. Pasalnya, ke-3 desa tersebut masih minim fasilitas umum, belum dialiri listrik dan sarana infrastruktur jalan sangat buruk.
Meskipun sudah puluhan tahun mengalami keterpurukan, warga di ke-3 Desa yakni Desa Simandolam, Aekmarian dan Gunungtua bisa pasrah. Padahal, beberapa belas tahun lalu ketiganya terkenal sebagai desa penghasil sayur-mayur tertinggi di Madina, semisal kol dan kentang.

Pantauan METRO di 3 desa, Minggu (24/7), sejumlah masyarakat mengungkapkan keluhannya atas kondisi desa mereka, karena sejak puluhan tahun bahkan ratusan tahun belum merasakan hidup sejahtera. Bahkan, mereka mengaku belum merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya. ”Kalau dibandingkan dengan desa lain, keberadaan kami masih seperti zaman penjajahan karena listrik saja tak ada, belum lagi fasilitas lainnya,” sebut Sarifuddin warga Desa Simandolan.

Dikatakannya, masyarakat sebenarnya telah sering mengeluhkan kondisi ini kepada pemerintah desa dan kecamatan. Namun, hingga saat ini belum juga ditanggapi, sehingga warga hanya bisa pasrah. Akibat kondisi tersebut, tak ayal setiap anak-anak yang telah menamatkan sekolah dasar lebih memilih merantau dari pada melanjutkan pendidikannya. ”Tujuan anak-anak merantau, hanya untuk mengadu nasib di rantau orang, karena di desa ini tak ada harapan untuk maju, apalagi untuk sejahtera. Kalau di rantau orang, ada segudang harapan untuk bisa memeroleh kehidupan yang layak,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemkab Palas Sangat Kecewa Dengan Kualitas Proyek Peningkatan Jalan SMAN 1 Sibuhuan Menuju Ke Sibuhuan Julu

Kepala Desa Simandolam, Mualli Lubis kepada METRO mengatakan, wilayah desanya memang desa kecil dan penduduknya hanya seitar 250 jiwa saja. Namun, warga berharap bisa memeroleh persamaan kehidupan dengan warga desa yang lain. Artinya, warga berharap pemerintah memberikan perhatian bagaimana untuk memajukan kehidupan masyarakat.

”Perlu juga disampaikan beberapa tahun yang silam, desa ini terkenal dengan daerah penghasil sayur-mayur. Tetapi karena penghasilan tanaman muda tak begitu menjanjikan bagi kondisi ekonomi warga akhirnya dirubah mmenjadi tanaman tua. Saya yakin, kalau Pemkab Madina memberikan bimbingan dan penyuluhan hasil pertanian di sini, rakyatnya bisa sejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

Amatan METRO, Desa Simandolam diimpit dengan 2 desa yakni desa Aekmarian dan desa Gunungtua yang dekat dengan Tor Sihite. Ke-3 desa ini dikenal dengan tanah yang subur untuk bercocok tanam. Sayangnya, infrastruktur menuju ke-3 desa sangat menyedihkan, terbukti dengan hancurnya badan jalan yang lebarnya hanya sekitar 3-4 meter saja, sedangkan di sepanjang jalan diimpit dengan bukit dan jurang yang terjal, sehingga dengan kondisi ini warga desa yang ingin berbelanja ke pasar Kotanopan terpaksa membayar ongkos yang mahal itupun hanya untuk hari pekan yaitu hari Sabtu dan ongkosnya sebesar Rp30.000 pulang pergi. (wan/mer)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Dugaan Pelanggaran Penerimaan CPNS Padangsidimpuan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*