3 Hari Dihantam Puting Beliung 174 Rumah dan 30,5 Ha Sawah Rusak di Simalungun

Selama tiga hari berturut-turut Kabupaten Simalungun dihantam angin puting beliung dengan wilayah berbeda-beda. Sabtu Sabtu (31/7), angin merusak 7 unit rumah di kawasan Afdeling III Andarasi, Nagori Parbalogan, kecamatan Tanah Jawa. Lalu Minggu (1/8) sekira pukul 16.00 WIB angin kembali menghantam 51 rumah di Nagori Bosar Bayu Kecamatan Hutabayuraja, serta 95 rumah di Nagori Bahjambi dan Bah Joga, Kecamatan Jawa Maraja Bahjambi.

5811512f81c0230b1c7a2dce5e538797a4a6731 3 Hari Dihantam Puting Beliung 174 Rumah dan 30,5 Ha Sawah Rusak di Simalungun
HANCUR- Dapur kediaman Tetti br Pasaribu yang hancur dihantam pohon durian akibat angin puting beliung, Senin (2/8).

Selanjutnya Senin (2/8) sekira pukul 17.00 WIB, angin puting beliung merusak sedikitnya 21 rumah warga di kawasan Nagori Bahal Batu, Kecamatan Hutabayuraja. Dengan demikian, sudah 174 rumah mengalami rusak berat dan ringan akibat angin puting beliung dalam 3 hari ini. Selain itu, lahan pertanian warga seluas 30,5 hektare (Ha) juga di laporkan terancam gagal panen akibat musibah ini.

Kemarin angin menghantam sedikitnya 21 rumah di Huta I, II, dan V Nagori Bahal Batu, Kecamatan Hutabayuraja. Bahkan sebuah bangunan SD Negeri di nagori tersebut dilaporkan rusak parah. Hingga tadi malam, dikabarkan warga masih terus berusaha memperbaiki rumah masing masing.

Di Huta V, sedikitnya 10 rumah rusak, termasuk gedung SDN. Di Huta I, terdapat 5 rumah yang rusak dan tertimpa pohon, sedangkan dua kilang gudang pupuk juga dilaporkan rusak parah. Sedangkan di Huta II, 6 rumah mengalami kerusakan.

Ramito (50) pemilik rumah yang rusak parah di Huta V mengatakan, Pemkab Simalungun harus secepatnya menyalurkan bantuan kepada korban bencana. Baik sandang pangan maupun papan serta bantuan lain, termasuk peralatan untuk memotong pohon kayu yang tumbang dan menimpa kediaman warga.

“Secepatnyalah dibantu. Kami di sini kekurangan peralatan untuk motong pohon yang tumbang,” katanya.

Hari Ini Pemkab Salurkan Bantuan

Pantauan METRO di Nagori Bahjambi dan Bah Joga, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Senin (2/8) siang, hampir seratusan kediaman warga mengalami kerusakan, baik berat maupun ringan. Sebagian warga terlihat memperbaiki kediamannya masing masing. Namun ada juga warga yang hanya pasrah melihat kediamannya dihantam pohon tumbang.

Kerusakan yang parah terjadi di Emplasmen PTPN IV Perkebunan Bah Jambi. Perumahan staf perkebunan, termasuk rumah dinas General Manager (GM) Kebun Bah Jambi, Ir WB Prasojo rusak akibat tertimpa pohon kayu yang tercabut dari akarnya karena hantaman angin.

Sedangkan perumahan karyawan Kebun Pondok Panggung, Nagori Bah Joga, Kecamatan Jawa Maraja Bah jambi juga mengalami hal yang sama. Bahkan menurut warga sekitar, ada satu unit rumah terangkat akibat kencangnya angin, namun tak jadi terbang karena dipegangi penghuni rumah.

Kerusakan kediaman warga ini merata terjadi pada atap seng yang beterbangan, serta banyaknya pepohonan yang tumbang sehingga menimpa rumah. Meski tak ada korban jiwa dalam bencana alam ini, namun kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah serta banyak warga trauma.

Nelson Marpaung (31) warga Pondok Teladan, Nagori Bah Jambi yang bekerja di rumah GM Perkebunan Bah Jambi mengaku panik saat angin menerpa seluruh kawasan Bah Jambi. Nelson sempat berlari mencari perlindungan keluar rumah. Namun berhubung angin sangat kencang, ia tak sempat melihat apakah angin berputar atau tidak. Tiba-tiba, katanya, kediaman WB Prasojo tempatnya bekerja, bergetar. Sebatang pohon kayu besar di depan rumah ternyata sudah menghantam genteng kediaman atasannya tersebut.

Baca Juga :  Banjir Medan akibat Kesalahan Pemprov Sumut

“Memang semalam jam setengah 4 (sore) anginnya kuat kali. Aku aja sampai berlari keluar rumah mencari perlindungan. Tapi di mana-mana angin kencang dan aku masuk lagi ke rumah. Tiba-tiba ada suara gemuruh dan rumah bergetar. Ternyata pohon yang ada di depan sudah tumbang. Beruntung batangnya tak sampai ke atap rumah, hanya ranting dan daunnya, sehingga kerusakan pada atap saja,” katanya.

Endang (42) warga Emplasmen Bahjambi mengaku trauma terhadap angin kencang yang sudah menerbangkan atap seng rumahnya. Tak hanya seng, katanya, sebatang pohon kayu di depan kediaman Endang pun tumbang tercabut hingga ke akar. Peristiwa ini membuat anak-anaknya ketakutan. Bahkan beberapa anaknya menjerit ketakutan.

“Anginnya cuma setengah jam, tapi hujannya sampai dua jam. Tapi memang ngeri kali lah. Anakku aja sampai berondok (bersembunyi, red) di kamar. Apalagi saat seng rumah kami beterbangan, anakku menjerit histeris,” katanya.

Sedangkan pengusaha rumah makan di samping Lapangan Sepakbola Bahjambi, Samsiani (45) kepada METRO mengaku hanya bisa melihat angin berputar putar di antara kediaman warga. Tiga keping seng warung nasinya juga ikut terbang saat kejadian. Namun ia langsung berusaha menyelamatkan barang-barang dari warung, seperti televisi dan berbagai perlengkapan makan menuju kediamannya. Sementara dua batang pohon besar sudah bergoyang dengan kemiringan 45 derajat yang siap-siap menimpanya. Namun semua itu tak terjadi, dan Samsiani pun lega.

“Ih… ngeri kalilah pokoknya membayangkannya. Pohon besar ini aja sudah miring kali semalam. Kupikir mau menimpa aku dan warung, tapi tak jadi. Angin putarnya pun tak nampak lagi, sebab semuanya sudah berwarna putih. Sengku aja 3 keping ikut terbang dan bagian dalam warung jadi basah. Makanya aku cepat-cepat larikan perlengkapan ke rumah,” katanya.

Pangulu Nagori Bah jambi, H Purnomo Damanik dan Pangulu Nagori Bah Joga, Edi Hartono, Senin (2/8) terlihat sibuk. Kedua pangulu mondar-mandir mendata rumah warga yang porak-poranda. Setelah berkoordinasi dengan para gamot (kepala dusun), dihimpun data bahwa di Kecamatan Jawa Maraja Bahjambi ada 95 rumah warga mengalami kerusakan, dengan rincian 17 rumah rusak berat dan 63 rusak ringan di Nagori bah Jambi. Sementara 7 rumah rusak berat dan 8 rusak ringan di Nagori Bah Joga.

Tak hanya rumah, tanaman padi warga di dua kecamatan yang ‘disinggahi’ angin puting beliung juga mengalami kerusakan. Terdata seluas 24,5 hektare lahan pertanian warga rusak di Nagori Maligas Bayu dan Nagori Mancuk Kecamatan Hutabayuraja. Sedangkan di Nagori Bah Joga, sedikitnya 6 hektare tanaman padi dirusak angin.

Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kabupaten Simalungun, M Ikhsan Lubis yang ditemui saat meninjau kediaman warga mengatakan, pihaknya akan menurunkan bantuan hari ini, Selasa (3/8) kepada korban angin puting beliung. Bantuan yang diberikan berupa sandang pangan dan papan serta bantuan yang akan diberikan Bupati Simalungun, Drs T Zulkarnain Damanik MM.

Baca Juga :  Perayaan Jumat Agung Khidmat di Samosir

Ikhsan mengimbau masyarakat segera menghubungi Dinas Sosial jika terjadi bencana alam apapun. Hal ini dinilai mempermudah pendataan dan pemberian bantuan kepada korban bencana. Karena bahan bantuan yang akan diberikan sudah stand by di Dinsos, sehingga menunggu data yang akurat untuk menyalurkannya.(mag-16/iwa)

Puting Beliung

Puting beliung di Indonesia biasa disebut ‘angin puyuh’ atau ‘leysus’ (Jawa), sedangkan ‘tornado’ di Amerika dan ‘twister’ di Eropa. Angin puting beliung mempunyai kecepatan rata-rata berkisar 30-40 knots dan berasal dari awan cumulonimbus (Cb) yaitu awan yang bergumpal, berwarna abu-abu gelap dan menjulang tinggi. Tidak semua awan cumulonimbus (Cb) menimbulkan angin puting beliung. Proses pembentukan awan Cb dimulai dengan gerakan massa udara di permukaan bumi.

A. Angin puting beliung mempunyai tanda-tanda, yakni:

– dapat terjadi di mana saja, di laut, di darat, namun lebih sering di darat.

– Bila terjadi di lautan, waktunya lebih lama dibandingkan di daratan.

– Lebih sering terjadi pada peralihan musim/pancaroba.

– Lebih sering terjadi siang atau sore hari dan terkadang malam hari.

– Luasannya berkisar antara 5-10 Km2.

– Sifatnya sangat lokal

B. Indikasi terjadinya puting beliung

– Satu hari sebelumnya udara di malam hingga pagi hari terasa panas atau gerah.

– Mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan cumulus (awan berlapis-lapis), di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

– Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam.

– Pepohonan di sekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang bergoyang cepat.

– Terasa sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri.

C. Antisipasi

– Pohon yang rimbun dan tinggi serta rapuh perlu segera dipotong dahan-dahannya untuk mengurangi beban berat pada pohon tersebut.

– atap rumah yang sudah rapuh diganti atau diperkuat.

– Cepat berlindung atau menjauh dari lokasi kejadian, bila mengetahui adanya indikasi akan terjadi angin puting beliung.

SUmber: http://metrosiantar.com/Berita_Foto/3_Hari_Dihantam_Puting_Beliung_174_Rumah_dan_305_Ha_Sawah_Rusak_di_Simalungun

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*