3 Tanda Pasangan Menikah Butuh Konseling Seksual

KOMPAS.com — Pasangan menikah cenderung menganggap konseling seksual sebagai hal yang tabu. Dengan demikian, hal yang satu ini biasanya dihindari. Padahal, ada kondisi tertentu yang membuat pasangan menikah perlu melakukan konsultasi seksual dengan ahli. Tujuannya bukan sekadar mengembalikan hasrat seksual, melainkan juga menyelamatkan pernikahan.

Ada tiga tanda yang menunjukkan bahwa pasangan menikah perlu segera melakukan konsultasi seksual, yaitu:

1. Berjarak dengan pasangan
Banyak faktor yang membuat Anda dan pasangan mulai berjarak. Ini bisa terjadi bila hubungan berlangsung dalam jarak jauh dan mulai memengaruhi kemesraan, atau sebenarnya Anda serumah, tetapi hubungan mulai terasa hambar. Kalau ini yang terjadi, maka mendatangi ahli bukan lagi pilihan, melainkan sudah keharusan.

2. Hubungan seksual tak dianggap penting
Bagi pasangan menikah yang menganggap hubungan seksual bukan hal penting, ini menunjukkan bahwa mereka perlu untuk datang ke ahli dan berkonsultasi. Banyak faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini. Cara terbaik untuk menghangatkan kembali hubungan seksual Anda adalah dengan bertanya kepada ahli. Bisa jadi, ada masalah serius dalam diri Anda atau pasangan, yang belum terungkap atau bahkan cenderung terabaikan.

3. Frustrasi berlebihan
Kehidupan berumah tangga memang penuh dengan dinamika. Frustrasi pernah dialami, baik oleh istri maupun suami. Jika frustrasi mulai berlebihan, Anda atau pasangan mudah cemas, bahkan untuk hal terkecil sekalipun, maka ini adalah waktunya untuk mendatangi ahli dan berkonsultasi soal pernikahan ataupun persoalan seksual.

Baca Juga :  Stroke – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Sumber : Your Tango
Editor : Wardah Fajri / kompas

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*