3 Tersangka Korupsi Dana Penanggulangan Bencana Kab.Palas Ditahan

Merdeka.com – Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menahan tiga dari tujuh tersangka dugaan korupsi dana Bantuan Bencana Daerah (BBD) Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumut. Mereka ditahan setelah menjalani pemeriksaan dalam kasus penyelewengan dana bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 2010 yang merugikan negara Rp 1,2 miliar.

Ketiga tersangka yang ditahan masing-masing Muhammad Fahmi, pejabat penanggung jawab operasional kegiatan (PJOK) Pemkab Palas; Muhammad Zein Nasution, Direktur CV UD Iskandar; dan Aswin Matondang, Direktur CV Hamido Utama.

“Ketiganya kita tahan tadi pada pukul 19.15 WIB. Mereka langsung dibawa menggunakan mobil tahanan ke Rutan Tanjung Gusta,” ucap Kepala Seksi Penyidik Kejati Sumut LM Nusrim, Rabu (12/3) malam.

Ketiga tersangka setelah diperiksa penyidik Pidsus Kejati Sumut. Sementara itu, empat tersangka lainnya mangkir dalam pemeriksaan, yaitu Darman Hasibuan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK); Endang Daniati, Direktur CV Kurnia Agung; Malkan Hasibuan, Direktur CV Asoka Piramid; dan Aminuddin Harahap, Direktur CV Gading Mas. “Mereka akan kita panggil secara paksa,” ucap Nusrim.

Dia juga memaparkan, berkas perkara korupsi ini hampir rampung. Mereka hanya memerlukan beberapa poin keterangan dari para tersangka. Jika semuanya sudah lengkap, kejaksaan akan melimpahkan berkas perkara ini ke pengadilan.

Dalam kasus ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palas mendapatkan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp 5 miliar pada 2010. Dari 11 paket pekerjaan yang didanai bantuan itu, penyidik mendapati 5 paket pekerjaan, berupa pemasangan bronjong, yang tidak sesuai dari seharusnya. Lima rekanan diduga melakukan penyimpangan.

Baca Juga :  Bupati: Insiden Madina Salah Paham

Penyidik menemukan dugaan kerugian negara hingga Rp 1,2 miliar. Pada 14 Maret 2013, mereka menetapkan 7 tersangka dalam kasus ini.

merdeka.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*