3000 Massa Serbu Kantor Pemkab Tapsel Tuntut Pemindahan Ibukota : Bupati Syahrul Pasaribu Ngotot Melanggar UU Pemekaran

demo tapsel9 3000 Massa Serbu Kantor Pemkab Tapsel Tuntut Pemindahan Ibukota : Bupati Syahrul Pasaribu Ngotot Melanggar UU Pemekaran
Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu Mencoba Berdialog Dengan Massa (photo Alarm)

Padangsidimpuan, Rabu pagi 2 Mei 2012 tiga ribuan massa dari Sipirok demo menyerbu Kantor Pemkab Tapsel yang masih numpang di Kota Padangsidimpuan, menuntut agar Bupati Tapsel mematuhi pelaksanaan UU No. 37/38 Tahun 2007 Tentang Pemekaran Kabupaten Tapsel dan menetapkan Sipirok sebagai ibukota.

Pada mulanya demo berlangsung tertib, namun mendadak `terbang` batu dari arah halaman Kantor Bupati Tapsel ke arah rombongan pengunjuk-rasa, sehingga seorang terluka. Akibatnya massa langsung mendobrak dan merobohkan pagar besi Kantor Bupati.

Setelah orasi bergantian dipimpin Kordinator Lapangan Bangun Siregar dkk, akhirnya atas desakan aparat keamanan maka Bupati Syahrul Pasaribu beserta Wakil Bupati Aldin Rapolo Siregar keluar menghadapi massa. Tuntutan massa agar Bupati meneken pernyataan kesediaan mematuhi UU No 37/38 Thn 2007 dielakkan Syahrul  Pasaribu dengan mengajak dialog di ruang rapat Pemkab Tapsel.

Dialog pimpinan massa dengan Syahrul Pasaribu dan Aldin Rapolo Siregar berakhir deadlock karena Syahrul Pasaribu tetap degil menolak mematuhi UU No. 37/38 Tn 2007 dengan melontar berbagai dalih kilah pembenaran. Akibat debat kusir Syahrul Pasaribu tanpa dasar dan argumen hukum logis rasional selain mengulang-ulang menyebut SK Menhut No. 244/2011 sebagai dalih menolak dan menantang UU No. 37/38 Thn 2011 tentang pemekaran kabupaten Tapsel, akhirnya mendengar kedegilan Syahrul Pasaribu, pimpinan massa demo ramai-ramai memukul meja serta keluar semua meninggalkan Syahrul Pasaribu bengong di ruang rapat Pemkab.

Baca Juga :  Antasari Menangis Haru karena Gugatannya Dikabulkan MK

Setelah orasi massa  di halaman Kantor Permkab berlanjut dan terjadi perobohan sejumlah pagar besi kantor Pemkab, lalu Kapolres Padangsidimpuan (Psp) AKBP Andi Sariful Taufik coba memfasilitasi, massa demo terdiri dari 50 orang kaum ibu coba berdialog dengan Syahrul Pasaribu. Tokh situasi makin panas, karena Syahrul Pasaribu bahkan Aldin Rapolo terkesan menantang dengan menyebut UU No. 37/38 Thn 2007 yang menetapkan Sipirok sebagai ibukota dianggap sudah kadaluarsa dan perlu uji materil, sehingga akhirnya rombongan kaum ibu dari Sipirok angkat kaki meninggalkan Syahrul Pasaribu dan Aldin Rapolo semabri berteriak menuding Syahrul Pasaribu dan Aldin Rapolo Siregar pembohong.

Sampai lewat maghrib massa baru berangkat meninggalkan halaman Kantor Pemkab Tapsel yang berantakan penuh sampah.

Terakhir pimpinan massa semabri membawa pulang rombongan massa meninggalkan pesan;

“aksi demo kali ini baru sekedar `pemanasan`. Aksi demo secara rutin akan terus dilakukan menekan Pemkab Tapsel agar mematuhi UU No. 37/38 Tahun 2007, “Kalau perlu sampai habis masa jabatan Syahrul Pasaribu 2015, massa akan melakukan berbagai upaya penegakan hukum lain seperti melakukan gugatan perdata ke pengadilan, bahkan akan menggugat SK Menhut No. 244/2011 yang selalu dianggarkan Pemkab Tapsel sebagai produk cacat hukum   yang bertentangan dengan UUD `45 serta UU 37/38 Thn 2007 serta memblokade pelaksanaan APBD proyek ambisius Bupati Syahrul dan Wabup Aldin Rapolo di Desa Situmba Kecamatan Sipirok dan di Siturbis Kec. Angkola Timur”

Baca Juga :  Bayi Perempuan Itu Masih Dirawat di RSUD Sibuhuan - Sehat dan Aktif, Juga Butuh Pakaian

( ARM Hutasuhut )

Photo-photo aksi demo di Kantor Permkab Tapsel. (exclusive by ARM Hutasuhut-ALARM)

demo tapsel1 3000 Massa Serbu Kantor Pemkab Tapsel Tuntut Pemindahan Ibukota : Bupati Syahrul Pasaribu Ngotot Melanggar UU Pemekaran


demo tapsel4 3000 Massa Serbu Kantor Pemkab Tapsel Tuntut Pemindahan Ibukota : Bupati Syahrul Pasaribu Ngotot Melanggar UU Pemekaran
demo tapsel5 3000 Massa Serbu Kantor Pemkab Tapsel Tuntut Pemindahan Ibukota : Bupati Syahrul Pasaribu Ngotot Melanggar UU Pemekaran
demo tapsel6 3000 Massa Serbu Kantor Pemkab Tapsel Tuntut Pemindahan Ibukota : Bupati Syahrul Pasaribu Ngotot Melanggar UU Pemekaran
demo tapsel7 3000 Massa Serbu Kantor Pemkab Tapsel Tuntut Pemindahan Ibukota : Bupati Syahrul Pasaribu Ngotot Melanggar UU Pemekaran

demo tapsel9 3000 Massa Serbu Kantor Pemkab Tapsel Tuntut Pemindahan Ibukota : Bupati Syahrul Pasaribu Ngotot Melanggar UU Pemekaran

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

12 Komentar

  1. sekarang baru ketahuan aslinya Rapollo Siregar, dulu diahir jabatannya ngotot ibukota tapsel pindah ke kota sipirok sebagai wakilbupati berontak berkantor di kota sipirok, SEKARANG tanpa merasa melanggar UU tetap berkantor di kota Padang sidimpuan dan mendkung bupati syahrul tetap membangun kantor bupati di atas tanah pertapakan pemkab tapsel diluar kota sipirok,

    NANTI diakhir masa jabatan dg syahul, apakah bapak Rapollo siregar akan melakukan mepemberontakan dgn berkantor kembali di kota sipirok untuk mencari dukungan rakyat menghadapi pilkada tapsel 2015 untuk meraih kursi tapsel 1 ?
    tolonglah pak rakyat jgn dibohongin untuk tujuan/kepentingan pribadi

  2. PERTANYAANNYA…KENAPA PADA ZAMAN ONGKU P.HASIBUAN MENJABAT BUPATI TAPSEL, WAKILNYA ALDINZ RAPOLO SIREGAR BERONTAK DAN PIDAH NGANTOR KE PASAR SIPIROK, KENAPA DIA ITU TIDAK BERKANTOR DI DESA DANO SITUMBA WAKTU ITU. hahahahahaha…..yang komentar yang bayar pendemo siapa..? justru balik ditanya siapa yang bayar anda untuk membuat komentar seperti ini.

  3. semuanya hrs berkepala dingin dan saling instropeksi baik masy pendemo juga kepala daerah, sebelum bertindak coba berpikir dl : seandainya saya jadi dia,
    inilah akibat UU yg tdk jelas (ambigu) seandainya UU pemekaran berbunyi ibukota Tapsel adalah KOTA SIPIROK, tentu penafsirannya jelas ibu kota tapsel adalah KOTA SIPIROK, tapi karena UU tsb menyatakan ibu kota tapsel adalah sipirok tentu mengandung multi tafsir : bisa kota sipirok, bisa juga di wilayah kecamatan sipirok.
    semoga semua bisa menahan diri dan mengutamakan pembangunan tapanuli selatan pada umumnya

  4. Makanya,,,, kalau mau memilih pemimpin yang bisa dipercaya rakyat dan pemimpin yang amanah. ini setiap ada “pilkada” dikasih 50Rb langsung coblos, tidak pernah berpikir ke depannya……

  5. yup bner.kasihanilah warga Tapsel itu dengan mentaai UU-nya..!
    Sipirok itu gerbangya tapsel,,,dari dulu prkembangangan orang2 besar sipirok tidak pernah iri2-an dengan membangun sekaligus tapselnya….knpa ko sekarang selain sdh UU, lah nanti tetap ber-imbas ke Tapsel lainnya ko,,ko sdr tapsel lain,,hitung2-an ya…siapa sbnrnya yang iri ini..??

    @ parsitumba gadungan….!jangan menjual nama parsitumba…!tidak ada yang salah dalam demo tersebut,,lah yang memulai melempar batu adalah sekelompok pihak yang memprovokasi duluan…!!

    @ imbalo,,,jaraknya sekitar lebih kurang 1o km,,,masih terlalu jauh dari pusat kota sipirok,jadi sangat ber-alasan sekali jika warga kota sipirok menuntut dengan UU.Sebenarnya,apa susahnya sih tepat di kota Sipirok di sekitaran..Sipirok dalam radius 2-3 km…!!apa alasan dgn teman dan sdr tapsel lainnya..lah orang itu sdh biasa datang dans ekolah ke Sipirok ko..?

  6. Lha, yang didemo Bupati Pelanggar hukum UU Pemekaran kok rakyat awam demo disalahkan? Yang duluan kena lemparan batu kan massa demo, bukan aparat. Nampak kali taktik penyusupan bahkan pembusukan udah dilakukan, siapa sih kalau bukan kalangan penjilat kekuasaan?

    • kalau ga tau duduk masalah nya jgn komentar nyeleneh la @parsitumba

      tempat anda itu masuk ke sipirok jg di perantaun di batam ini ga ada yang tau si tumba tp tau sipirok…

  7. Sudah ada peraturan undang-undangnya kok Bupati tidak melaksanakannya ya….!!!!!
    Jika tidak mampu memimimpin dan mengayomi masyarakat Tapanuli Selatan, bagaimana
    nasibmu Tapanuli Selatan kedepannya………?????.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*