311 Balon Kades Kab. Tapsel Lulus Tes MI

21 Oktober 2009 (www.metrosiantar.com)

MENYONTRENG- Kaban PMD Tapsel, Rustam Efendi, menunjukkan salahsatu kertas suara untuk pemilihan kepala desa di Desa Aek Urat, Kecamatan Aek Bilah Tapsel. Pada pelaksanaan pemilihan kepala desa ini Pemkab Tapsel masih mengadopsi cara pemilihan pada Pilpres dan Pileg, yakni dengan menyontreng

Pilkades Pakai Sistem Contreng
TAPSEL-METRO; Sebanyak 311 bakal calon kepala desa dari 91 desa yang mendaftar pada pemilihan kepala desa di Kabupaten Tapanuli Selatan, dinyatakan lulus tes mental ideologi atau MI. Tes mental ini dilaksanakan badan pemberdayaan masyarakat desa, kantor kesatuan bangsa dan perlindungan masyarakat.
“Saat ini hanya menunggu keputusan Bupati Tapsel, Ongku P Hasibuan, tentang jadwal pelaksanaan pemilihan kepala desa. Di mana cara menyalurkan hak suara adalah dengan menyontreng nama calon,” kata Kepala Badan (Kaban) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Tapsel, Drs H Rustam Efendi Hasibuan MM kepada METRO, Selasa (20/10).

Drs H Rustam Efendi Hasibuan, mengatakan, saat ini dari 215 desa yang ada di Tapsel setelah terjadi penggabungan desa 91, di antaranya akan menggelar pilkades yang direncanakan akhir Okotober ini dan sudah lulus tes MI sebanyak 311 balon kades dari 10 kecamatan.

Sedangkan 55 desa lagi akan melaksanakan pilkades direncanakan awal tahun 2010, sedangkan sisanya sekitar 61 desa masih kepala desa defenitif atau desanya tidak terkena penggabungan desa atau di antaranya ada di dua kecamatan yang tidak mengadakan pilkades, yakni di Kecamatan Angkola Selatan dan Muara Batang Toru.

Kata Rustam, wilayah yang akan mengadakan pilkades adalah Kecamatan Aek Bilah sebanyak 11 desa dengan balon kades yang lulus tes MI sebanyak 28 orang, Kecamatan Arse sebanyak 7 desa dengan balon kades yang lulus tes MI 25 orang, Kecamatan Angkola Barat sebanyak 1 desa dengan balon kades yang lulus tes MI 4 orang, Kecamatan Marancar sebanyak 9 desa dengan balon kades yang lulus tes MI 31 orang, Kecamatan Angkola Timur sebanyak 8 desa dengan balon kades yang lulus tes MI 30 orang. Selanjutnya, Kecamatan Batang Angkola sebanyak 10 desa dengan balon kades yang lulus tes MI sebanyak 29 orang, Kecamatan Batang Toru sebanyak 3 desa dengan balon kades yang lulus tes MI sebanyak 9 orang, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH) sebanyak 10 desa dengan balon kades yang lulus tes MI sebanyak 26 orang, Kecamatan Sipirok sebanyak 19 desa dengan balon kades yang lulus tes MI sebanyak 71 orang dan Kecamatan Sayurmatinggi sebanyak 11 desa dengan balon kades yang lulus tes MI sebanyak 39 orang.

Baca Juga :  Mourinho: CR7 Sang Maestro

“Tapi jumlah ini masih bisa berubah dan bukan angka pasti yang akan mengikuti tahapan pilkades. Maka berapa jumlah yang pasti menunggu putusan dari Bupati Tapsel setelah itu baru kita bisa tentukan waktu pelaksanaannya hanya saja kita perkirakan di akhir Oktober ini karena selain logistik, panitia pemilihan desa di 91 desa ini dan lainnya sudah kita siapkan tinggal tunggu waktu saja,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengatakan bahwa dalam pilkades ini akan mengaplikasikan cara pemilihan di pemilhan calon legislatif dan presiden, yakni dengan menyontreng nama calon. Kemudian usai pilkades maka setidaknya seminggu kemudian akan langsung di lakukan pelantikan kades terpilih.

“Cara milihnya dengan contreng nama calon sama persis seperti waktu pilcaleg dan pilpres pokoknya akhir Oktober ini sudah bisa kita laksanakan tinggal tunggu ditandatangani Bupati saja nama-nama peserta yang akan bertarung di pilkades nanti,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan Pemkab Tapsel dengan 12 kecamatan akan menggelar pilkades serentak di 211 desa, di mana jumlah desa ini menciut setelah dilakukan penggabungan desa sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Tapsel nomor 5 Tahun 2008 tentang penggabungan desa/kelurahan se-Tapsel yang sebelumnya berjumlah 493 desa dan 10 kelurahan menjadi 211 desa dan 37.

Dalam tahapan rencana Pilkades jadwal pendaftaran untuk peserta Calon Kades sudah dibuka dan tempat pendaftarannya sudah dibentuk di setiap Kecamatan melalui Panitia Pemilihan Kades (PPK), dimana jadwal penutupannya akan berakhir pada Tanggal 27 Juli lalu.

Baca Juga :  Ponpes Gunung Selamat Aek Nabara Tonga Memperingati 10 Muharram 1438 Hijriyah

Adapun kecamatan yang sudah digabung antara lain sesuai dengan rencana, Kecamatan Batang Toru dari 27 desa, 2 kelurahan menjadi 18 desa dan 5 kelurahan, Kecamatan Marancar dari 32 desa menjadi 11 desa dan 1 kelurahan, Kecamatan Muara Batang Toru dari 7 desa menjadi 6 desa dan 3 kelurahan, Kecamatan Angkola Barat dari 23 desa dan satu kelurahan menjadi 19 desa dan 4 kelurahan, Kecamatan Angkola Timur dari 39 desa menjadi 13 desa dan 2 kelurahan, Kecamatan Sipirok dari 95 desa dan 5 kelurahan menjadi 34 desa dan 6 kelurahan, Kecamatan Arse dari 31 desa menjadi 8 desa dan 2 kelurahan, Kecamatan Aek Bilah dari 42 desa menjadi 12 desa, Kecamatan Batang Angkola dari 57 desa dan 1 kelurahan menjadi 30 desa dan 6 kelurahan, Kecamatan Sayurmatinggi dari 55 desa menjadi 34 desa dan 2 kelurahan, Kecamatan Angkola Selatan dari 18 desa menjadi 14 desa dan 2 kelurahan serta Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH) dari 67 desa dan satu kelurahan menjadi 12 desa dan kelurahan. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*