Mesir Kembali Bergolak, Pendemo Tuntut Mubarak Diadili

TEMPO Interaktif, Kairo -Tahrir Square, Kairo Mesir kembali bergolak. Ratusan pendemo bentrok dengan polisi menuntut mantan Presiden Hosni Mubarak diadili dengan tuduhan korupsi. Pendemo menguasai Tahrir Square setelah polisi berusaha membubarkan mereka.

Militer dan pasukan keamanan ditarik mundur dari Tahrir Square, Sabtu pukul 7 pagi waktu setempat, seperti yang dilaporkan Aljazeera, Sabtu (9/4). Pendemo mengusir mereka dengan membakar kendaraan dan membangun barikade dengan menumpuk furnitur di balik kawat berduri.

Pemandangan ini mengingatkan kembali demo besar-besaran sepanjang 18 hari yang berhasil menjatuhkan Mubarak dari kursi kepresidenannya. Pendemo dan polisi saling melempari batu, dan sebagai balasan, polisi menembakkan gas air mata ke arah pendemo.

Kelompok pendemo melakukan aksi keras dari sebelah timur dari Tahrir Square, mereka melemparkan botol dan bom minyak tanah ke arah kumpulan polisi.

Ini merupakan aksi terbesar setelah demo anti Mubarak Februari lalu. Ratusan ribu orang kembali turun ke jalan. Mereka meminta Dewan Tertinggi Militer memenuhi tuntutan mereka, termasuk mengadili para petinggi rezim Mubarak.

Militer tak tinggal diam, mereka berusaha membubarkan pendemo. Seorang mahasiswa Loai Nagati mengaku melihat militer memukuli pendemo, tapi tak satu pun yang ditembak.

Beberapa minggu belakangan ini sejumlah aktivis menuduh militer melakukan penahanan dengan sewenang-wenang, menyiksa dan menghajar para tahanan, serta menyeret mereka ke pengadilan militer. Semua itu membuat para pendemo marah.

Baca Juga :  Agus Resmi Jabat Panglima TNI

Salah satu penyebab lain yang membuat pendemo turun ke jalan adalah hubungan yang buruk antara Dewan Tertinggi Militer, penguasa saat ini dengan gerakan anak muda. Seperti diketahui, usai Mubarak turun kekuasaan di Mesir diserahkan ke Dewan Tertinggi Militer yang bertugas menyelenggarakan pemerintahan transisi hingga pemilu digelar.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*