Gerakan Rakyat Berjuang (GRB) Paluta – Demo Tuntut Izin Operasi PT SRL & SSL Dicabut

Rabu, 23 Desember 2009 – www.metrosiantar.com

HADANG- Masyarakat saat melakukan aksi boikot terhadap truk yang melintas di sepanjang Jalinsum dengan menghadang truk-truk yang bermuatan ribuan kubik kayu, tepatnya di depan Lapangan Sepakbola, Lingkungan Satu Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara, Selasa(22/12).

Warga Tahan 8 Truk Kayu
PALUTA-METRO; Gerakan Rakyat Berjuang (GRB) yang tergabung dalam elemen masyarakat dan mahasiswa Paluta terus melakukan aksinya hingga Selasa (22/12) sekira pukul 09.00 Wib. Kali ini massa menghadang dan menahan delapan truk diduga milik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dan PT Sumatera Silva Lestari (SSL) yang melintas di sepanjang Jalinsum Paluta, tepatnya di depan lapangan sepak bola, Lingkungan I Kelurahan Pasar Gunung Tua.

Pantauan METRO, ratusan masyarakat dan mahasiswa, Senin(21/12) sekira pukul 18.30 Wib kemarin hingga Selasa (22/12) pagi terus menunggu truk yang mengangkut kayu dengan melakukan penghadangan dan tidak mengizinkan truk-truk yang bermuatan ribuan kubik kayu tersebut melintas di sepanjang jalan lintas Sumatera. Terdapat sekitar delapan truk kayu yang bermuatan ribuan kayu dengan berbagai jenis, akasia dan lock (kayu balok) diboikot. Konsolidasi antara masyarakat dengan pihak kepolisian sempat terjadi, namun tidak menghasilkan kesepakatan apapun. Hingga sore kemarin, truk masih diamankan oleh pihak berwenang.

Penghadangan truk kayu yang diduga milik PT SRL dan PT SSL ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Pemkab Paluta yang dinilai tidak perhatian terhadap kondisi lingkungan hidup masyarakat. Jalan satu-satunya hanyalah melakukan aksi penghadangan agar truk-truk pembawa kayu tidak bisa lewat. “Kita akan melakukan aksi ini sampai tuntutan pencabutan izin hak guna usaha perusahaan tersebut dilakukan,” kata Ucok didampingi sejumlah warga yang enggan disebutkan identitasnya kepada METRO, di sela-sela aksi boikot, Senin malam kemarin.

Baca Juga :  Desak Hitung Ulang - Ratusan Warga Duduki Kantor PPK Padang Bolak Julu

Dikatakannya, hal ini dilakukan membuktikan bahwa masyarakat peduli terhadap kerusakan infrastruktur jalan yang ada di Jalinsum Paluta. “Kami ingin bukti nyata dari pihak perusahaan, kan sudah ada kesepakatan antara pemerintah kabupaten dengan PT SRL dan PT SSL tentang pembuatan jalan alternatif,” ujarnya.

Disamping itu, katanya, banyaknya truk-truk pengangkut kayu bulat yang melintasi di Jalinsum Paluta sangat merugikan masyarakat dengan menimbulkan berbagai penyakit. Pasalnya, setiap truk yang melintas mengakibatkan debu yang bertebaran di udara, sehingga anak-anak dan para warga yang tinggal di pinggir jalan rentan dengan penyakit asma dan batuk, serta juga berdampak pada roda perekonomian daerah tersebut khususnya warga sekitar.

Senada diungkapkan tokoh masyarakat, Tongku Sutan Harahap, ketika ditanya seputar aksi yang digelar oleh Gerakan Rakyat Berjuang. “Saya sepakat dan sangat mendukung dengan aksi yang dilaksanakan tersebut. Akibat truk kayu yang melintas dengan tonase yang berlebihan, membuat jalan menjadi cepat rusak. Apalagi saat ini mulai musim penghujan, badan-badan jalan akan lebih mudah rusak. Akibatnya pada jalan tersebut sulit dilintasi karena sebagian ruas jalan sudah berubah menjadi kubangan lumpur,” ujarnya.

Seperti yang diwartakan sebelumnya, Gerakan Rakyat Berjuang menuntut DPRD Paluta segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menangani permasalahan ini. Selain itu, mereka juga meminta kepada Bupati Paluta Drs Bachrum Harahap segera mengeluarkan rekomendasi pencabutan operasi kedua perusahaan tersebut, karena dinilai sudah sangat banyak merugikan masyarakat yang berada di dua kabupaten yang baru dibentuk tersebut. Di samping itu, para pengunjuk rasa juga mendesak kepada pemerintah untuk segera melakukan reboisasi terhadap hutan yang ada di kawasan Paluta. Kemudian meminta kedua perusahaan agar memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang selama ini dinilai sudah dirugikan. (thg)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Peredaran Narkoba di Padangsidimpuan Libatkan Oknum Polisi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*