33 Pasangan dan 42 Sepeda Motor Terjaring

P. Sidimpuan, (Analisa). Polres Padangsidimpuan bersama Satpol PP menjaring 33 pasangan mesum dan 42 sepeda motor dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) di sejumlah cafe sepanjang Jalan By Pass Kecamatan Sidimpuan Batuanbadua, Minggu (31/10) sore.

(Analisa/hairul iman hasibuan) Sejumlah pasangan mesum yang didominasi pelajar tampak lesu setelah terjaring razia yang digelar Polres Sidimpuan bersama Satpol PP di sejumlah pondok-pondok maksiat di jalan By Pass Sidimpuan.

Selain mengamankan para pasangan mesum dan sepeda motornya, pihak personil Polres dan Sat pol PP Sidimpuan juga menemukan sejumlah kondom dan celana dalam wanita.

Pantauan Analisa, para pasangan mesum yang terjaring pada operasi yang dipimpin langsung Kapolres P. Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik SIK MSi bersama Kasatpol PP Erwin H Harahap SSTP tersebut, didominasi kalangan pelajar.

Meski ada juga juga salah satu pasangan mesum berstatus PNS DPRD Tapanuli Selatan (Tapsel). Para pasangan mesum ini kemudian digiring ke Mapolres Sidimpuan untuk pendataan dan pembinaan.

Selanjutnya, mereka dikembalikan kepada keluarga masing-masing. Jika belum menikah dijemput orangtuanya dan jika sudah menikah dijemput oleh istri atau suaminya setelah menandatangani surat perjanjian.

Kapolres P. Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik SIK MSi di sela-sela razia pekat yang ditingkatkan tersebut kepada Analisa mengungkapkan, razia ini merupakan salah bentuk wujud nyata kepolisian dan satpol PP atas laporan masyarakat tentang menjamurnya pondok-pondok maksiat di kawasan bypass Sidimpuan.

“Razia ini adalah operasi rutin yang ditingkatkan, khususnya tentang penyakit masyarakat. Kita lakukan ini, sehubungan dengan laporan masyarakat yang meminta agar tempat-tempat mesum ditertibkan, karena sudah sangat meresahkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Terkait Pernyataan Alumni Tak Sah Ikut Testing CPNS - Mahasiswa STKIP Demo DPRD Padagsidimpuan

Dijelaskan, adapun pasangan mesum yang terjaring dalam operasi tersebut terdiri dari 32 pasangan muda-mudi berstatus pelajar, 1 pasangan PNS serta 42 unit sepeda motor.

“Bertobatlah, kembalilah ke jalan yang benar. Jangan sampai terjaring lagi. Kali ini ada toleransi, namun jika tertangkap lagi maka akan diserahkan ke Dinsos untuk pembinaan,” terangnya.

Kasatpol PP Pemko P. Sidimpuan Erwin H Harahap menegaskan, jika nantinya para pasangan mesum ini kembali terjaring dalam operasi berikutnya, maka akan diserahkan ke Dinsos untuk dilakukan pembinaan, karena seluruh yang terjaring sudah ada databasenya di Satpol termasuk foto dan alamat yang bersangkutan.

“Demi bersihnya Kota Sidimpuan dari penyakit masyarakat, kita akan terus lakukan razia. Kita tidak pilih kasih. Siapapun akan kita razia,” katanya.

Tindak Tegas

Terpisah, Sekretaris Pimpinan Muhammadiyah Kota P. Sidimpuan Syawaluddin Hasibuan meminta agar Pemko Padangsidimpuan bertindak tegas terhadap para pemilik pondok-pondok mesum di kota dalihan natolu ini.

“Lakukan tindakan tegas. Jangan setengah-setengah. Jika mereka membandel bongkar paksa saja. Jangan karena ulah mereka, masa depan generasi muda yang belum mampu berpikir panjang rusak akibatnya,” tegasnya.

Syawal mengaku heran atas kondisi kemaksiatan yang terus merajalela di kota berjulukan serambi Mekkahnya Sumut ini. “Kota ini dari dulu terkenal agamis, kok malah belakangan ini malah lebih dikenal dengan lokasi kemaksiatannya,” katanya.

Baca Juga :  Kondisi RSUD P.Sidimpuan Memprihatinkan

Menurutnya, menjamurnya pondok-pondok mesum di daerah ini merupakan salah bentuk lemahnya pengawasan pihak Pemko atas izin usaha yang diberikan kepada para pengusaha. Akibatnya, kerap izin usaha itu disalahkah gunakan.

Dia berharap razia ini dilakukan secara berkesinambungan. (hih).

Sumber : analisa.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*