Atap SD Negeri 101030 di Batu Sundung Nyaris Ambruk

BATU SUNDUNG- Sedikitnya 80 murid SD Negeri 101030 di Desa Batu Sundung, Kecamatan Padang Bolak, Paluta, mengikuti ujian semester di bawah pohon mangga yang tumbuh tak jauh dari sekolah mereka. Lho kok? Ujian di bawah pohon mangga ini terpaksa dilakoni mengingat atap sekolah mereka nyaris ambruk. Untuk menghindari hal-hala yang tidak diinginkan, seperti tiba-tiba ambruk lalu melukai murid dan guru maka para siswa mendirikan tenda darurat di bawah pohon mangga untuk melaksanakan ujian, Selasa (14/6).

1160822940f16470db4b0374e321a1ca54333e22 Atap SD Negeri 101030 di Batu Sundung Nyaris Ambruk
Murid-murid SD Negeri 101030 di Batu Sundung ujian semester di bawah pohon mangga, Selasa (14/6).

Salah seorang murid, Nur, murid kelas 3, mengaku, ujian di luar sekolah karena takut atap sekolahnya ambruk. “Ruangannya sudah rusak pak, kami takut,” katanya.

Nur menambahkan, ia merasa terganggu belajar di luar ruangan. “Banyak debu dan udaranya  panas. Jadi tidak bisa konsentrasi. Kadang-kadang malas sekolah apalagi kalau hujan bang,” akunya. Sementara itu, Kepala SD Negeri 101030 Desa Batu Sundung, Derajat, menambahkan, murid-murid terpaksa dipindahkan keluar. Sebab, dikhwatirkan ambruk tiba-tiba. Ujian pun terpaksa dilaksanakan di luar. “84 murid terancam terganggu proses belajar- mengajarnya,” sebut Derajat.

Menurut Derajat, ada beberapa ruangan kelas yang membahayakan para murid karena temboknya retak, sehingga dengan terpaksa ruangan itu tidak digunakan untuk belajar mengajar. “Pihak sekolah sudah sering meminta bantuan, baik ke pemerintah maupun dinas pendidikan. Tetapi, sampai saat ini belum ada tanggapan dari kedua belah pihak. Pengajuan proposal bantuan pun sudah sering dilakukan tetapi belum ada tanggapan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Riedl: Ini Kemenangan Sulit

Amatan METRO, sekolah tersebut hanya memiliki enam kelas, tetapi hanya satu ruangan yang layak untuk ditempati sedangkan lima ruangan lainnya rusak parah bahkan hampir ambruk. Memang, SD Negeri 101030 Desa Batu Sundung ini dibangun sekitar tahun 1970. Kini kondisinya benar-benar memprihatinkan, papannya yang terbuat dari kayu banyak yang bolong dan keropos. Sementara itu, anggota DPRD Paluta Ishak Harahap mengaku prihatin terhadap kondisi sekolah. Ia berharap Pemkab Paluta segera mencarikan solusi dan segera memperhatikan kondisi sekolah itu,” tukasnya. (thg/ann)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*