Balimau Makan Korban

Padang, Padek—Tradisi mandi balimau jelang Ramadhan di Padang makan korban. Kemarin (31/7), dua orang tenggelam di dua tempat berbeda. Satu meninggal di tempat dan satu lagi masih sempat dilarikan ke rumah sakit.

Kedua korban itu, Natasya Anggela,13, warga Lubukbuaya tenggelam di Lubuk Minturun, Kecamatan Kototangah dan Fitonur Azizi, 9, warga Kayugadang, Kelurahan Pasarambacang, Kecamatan Kuranji, tenggelam di pemandian Jembatan Kuranji.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres di lokasi kejadian, musibah yang menimpa Natasya, terjadi sekitar pukul 16.15. Saat itu, dia dan teman-temannya tengah asyik mandi di bendungan, tak jauh dari SMPN 16 Padang, Balaigadang, Lubuk Minturun. Diduga karena tak bisa berenang, Natasya kemudian tenggelam.

Masyarakat yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan. Natasya kemudian dilarikan ke puskesmas setempat. Karena petugas puskemas tak mampu menanganinya, korban akhirnya dibawa ke RS Siti Rahmah. Sayang, nyawanya sudah tak tertolong.

Sementara Fitonur Azizi, tenggelam di bawah jembatan Kuranji, sekitar pukul 17.15 dan diselamatkan salah seorang anggota Tim SAR yang sedang berjaga-jaga di kawasan itu.

Anggota Tim SAR, Ismail, 21, yang menemukan Fitonur sudah dalam keadaan kritis. Ismail berusaha melarikan korban ke puskesmas terdekat, namun karena keterbatasan alat, dilarikan ke RS Siti Rahmah, dengan mengunakan sepeda motor. Namun di tengah perjalanan Fitonur menghembuskan napas terakhir.

Baca Juga :  YUSRIL Vs JAKSA AGUNG - Yusril Desak SBY Hadir Tanpa Diwakili

Kepala Seksi Evakuasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Dadang Suhendar menyebutkan, hampir setiap tahun tradisi balimau selalu makan korban. “Ada baiknya kita mengindahkan imbauan MUI agar tidak melakukan tradisi balimau. Karena terbukti banyak mudharatnya. Di antaranya, selalu ada saja korban yang meninggal dunia,” ungkap Dadang.

Balimau di Pasaman
Sementara di Pasaman, ribuan warga memadati pemandian umum Batang Asik, Kenagarian Lubuklayang, Kecamatan Rao Selatan, Pasaman untuk balimau.

Mulai dari kalangan tua, muda-mudi hingga anak-anak tumpah ruah mendatangi kawasan pemandian Batang Asik yang tiap tahun selalu dipadati warga. Tak hanya dari Pasaman, pengunjung juga dari luar daerah.

“Kami dari Muara Sipongi, Madina, Sumut, sengaja membawa keluarga untuk marpangir (balimau),” kata Sutan Margana, 45, pegawai Dinas Kesehatan Pemkab Madina kepada Padang Ekspres, kemarin (31/7). Tradisi balimau memang tak hanya di Sumbar, di Madina juga ada.

Beda dengan pasangan muda-mudi Anton dan Rahayu. Keduanya mengaku hanya iku-ikutan balimau. Baginya, balimau justru kesempatan berlama-lama dengan sang pacar. “Ya, biasalah. Bermain sekalian balimau. Habis sayang dong, jika hari terakhir sebelum puasa tiba tidak dimanfaatkan untuk bermain bareng teman-teman,” tukas pasangan muda-mudi itu.

Jono, warga Panti mengakui, jauh hari ia sudah merencanakan untuk balimau di lokasi itu. Apalagi saat ini dalam suasana liburan sangat cocok membawa keluarga. “Kami tiap tahun selalu ikut balimau bersama keluarga besar, sekaligus merayakan hari libur bagi anak-anak,” jelasnya.

Baca Juga :  Muncul Via Skype, Nazaruddin Pakai Topi Anyaman

Waterboom Membeludak
Pemandangan serupa juga terlihat di Waterboom Sawahlunto. Permandian keluarga terletak di tepi jalan lintas Sumatera (Jalinsum), Muaro Kelaban itu, membeludak sejak dua hari jelang puasa.

Para pengunjung berasal dari Sijunjung, Tanahdatar, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Kabupaten dan Kota Solok. Sekitar 6.000 orang berkunjung ke sana setiap hari.

Di lokasi itu juga digelar hiburan dengan menampilkan penyanyi Minang, Ajo Buset. “Kami sengaja memberikan kado istimewa bagi pengunjung pada bulan yang istimewa dan sangat dimuliakan kaum muslimin ini,” ujar Direktur PT Wahana Wisata Sawahlunto, Doni Fahera. (mg/rm/hy)

Sumber: www.padangekspres.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*