Masyarakat Keliru Malam Takbiran

Sejumlah warga di Jakarta telanjur merayakan malam takbiran pada Senin (29/8/2011), sedangkan pemerintah akhirnya menetapkan Lebaran jatuh pada Rabu (31/8/2011). Artinya malam takbiran semestinya Selasa (30/8/2011).
Kami sudah menghabiskan Rp 1 juta untuk membuat panggung di malam takbiran. Karena salah menduga malam takbiran, biaya panggung malam takbiran itu kemungkinan bertambah. Fenny

 

Petasan Malam Takbiran

Hal itu seperti dialami warga di RW 1 dan RW 2 Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta. Fenny (40), salah seorang panitia, mengatakan, ia sudah menghabiskan Rp 1 juta untuk membuat panggung di malam takbiran. Karena salah menduga malam takbiran, biaya panggung malam takbiran itu kemungkinan bertambah.

“Setidaknya kami mesti beli petasan lagi, sebab petasan yang semestinya untuk malam Lebaran sudah telanjur dihabiskan,” kata Fenny. Petasan tetap dibakar pada Senin malam, sebelum warga mendengar pengumuman dari pemerintah. “Kasihan anak-anak juga kalau dihentikan. Mereka sudah telanjur senang-senang,” ungkap Nur (43).

Keriuhan malam takbiran juga tampak di Jatibunder, kawasan Pasar Tanah Abang. Puluhan anak asyik meluncurkan petasan, sedangkan sampah bertumpuk di mana-mana.

Beberapa angkutan kota juga masih ada yang diarak keliling kota dengan mengangkut beduk dan warga. Padahal, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo sudah mengingatkan warga agar tidak melakukan takbir keliling.(kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Sistem Pengupahan Buruh Harus Direformasi!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*