4 Desa Dilanda Banjir Lumpur Di Tapsel 3 Tewas 8 Rumah Hanyut

www.liputan6.com

Evakuasi korban banjir bandang di Tapanuli Selatan

Tiga Orang Tewas Diterjang Banjir Bandang
Tapanuli Selatan: Ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang yang menerjang Desa Tamtom, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (3/4) dini hari. Akibatnya tiga orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Peristiwa banjir bandang adalah kali pertama terjadi di desa tersebut. Ketiga korban yang tewas rencananya dimakamkan Ahad (4/4) sore.

Selain mengakibatkan korban jiwa, ratusan rumah juga rusak akibat hempasan kayu dan lumpur dari perbukitan desa setempat. Tak hanya itu, warga juga terpaksa mengungsi ke tempat yang aman. Dipastikan ratusan keluarga tidak dapat menempati rumahnya karena material banjir seperti kayu dan lumpur masuk ke dalam rumah.

Banjir bandang diduga terjadi akibat hujan yang terus mengguyur kawasan Desa Tamtom selama dua hari berturut turut. Sehingga, Sungai Tamtom meluap ke perkampungan warga disertai dengan lumpur dan kayu-kayu bekas pembalakan liar. Kini, warga sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah setempat. Warga pun masih trauma terhadap bencana yang baru kali pertama menerpa mereka.(BJK/AYB)

http://berita.liputan6.com/daerah/201004/270759/Tiga.Orang.Tewas.Diterjang.Banjir.Bandang

4 Desa Dilanda Banjir Lumpur Di Tapsel
3 Tewas 8 Rumah Hanyut

MEDAN (Pos Kota) – Banjir lumpur terjadi di empat Desa, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Sabtu (3/4) sekitar pukul 22.00 Wib. Dalam peristiwa itu 3 orang tewas dan 8 rumah hanyut. Ketiga korban yakni Demoria Br Sitompul, 75, Ardiman Mandrofa,17, dan Ende Susanto Mandrofa,15.

Informasi yang diterima Pos Kota, Minggu (4/4), keempat desa yang terendam banjir masing-masing Desa Tanjung Medan, Desa Aek Uncin, Desa Panindoan dan Desa Aek Parupuk. Warga korban banjir saat ini telah diungsikan ke Gereja-Gereja yang berada di Tapanuli Selatan. Namun, mereka sangat membutuhkan air bersih dan makanan.

Menurut warga, dalam tiga hari terakhir ini hujan deras mengguyur desa mereka. Akibatnya, banjir yang membawa lumpur dan kayu-kayu dari bukit menghantam rumah-rumah penduduk. Ketebalan lumpur itu mencapai sekitar 30 centimeter. Tidak hanya rumah warga saja yang dilanda banjir, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sipirok-Tarutung Km 8 tepatnya di titik tanjakan Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mengalami kemacetan selama 7 jam.

Antrean kendaraan pun tak bisa dihindari, karena untuk melewati jalan berlumpur dan menanjak, kendaraan harus melintas dengan cara satu persatu dan perlahan-lahan. Bahkan untuk kendaraan yang besar seperti truk dan bus harus diderek memakai alat berat yang siap sedia di lokasi.

Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Subandriya, melalui Wakapolres Kompol Hermanto, mengatakan pihaknya bekerjasama dengan warga saat ini masih melakukan proses pencarian terhadap korban. “Kita masih melakukan pencarian untuk memastikan masih ada tidaknya korban banjir. Guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan, pihaknya meminta kepada masyarakat agar mengungsi ke lokasi yang dianggap aman,”jelasnya.

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/04/04/3-tewas-8-rumah-hanyut

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*