4 Ha Sawah Puso Akibat Luapan Aek Arse

diguyur hujan deras sebulan terakhir di Kecamatan Arse, Tapsel, air dari Aek Arse meluap. Sedikitnya 4 hektaresawah yang sudah ditanami padi mengalami kerusakan parah dan dipastikan gagal panen (Puso, red). Masyarakat petani pemilik lahan 4 hektaresawah di sepanjang Aek Arse sangat berharap adanya perhatian dan bantauan dari pemerintah, agar kondisi kerusakan lahan dapat diatasi. Hasil pertanian padi sawah merupakan sumber penghidupan bagi warga.

Amatan METRO Rabu (19/10) lahan persawahan (Saba Lombang, red) yang terletak di antara lingkungan Arse Julu, Kelurahan Arse Nauli dengan Dusun Gunungmanaon, Desa Pardomuan Kecamatan Arse, mengalami kerusakan berat di sepanjang aliran Aek Arse. Padi yang sudah ditanam dan siap panen tertutup pasir, batu dan ranting kayu.

Di samping itu, beberapa titik lahan warga hanyut terkikis arus air, sehingga lebar aliran air jadi bertambah. Dengan kondisi tersebut warga setempat dipastikan kesulitan untuk memperbaiki lahannya yang telah rusak. Warga setempat yang lahannya terkena imbas luapan Aek Arse, Ginding Pane (30) dan Amin Pane (50) kepada METRO Rabu (19/10) mengatakan, terjangan air luapan Aek Arse yang disebabkan guyuran hujan deras mengakibatkan kerusakan yang cukup berat bagi lahan patani setempat. Kondisi tersebut telah dilaporkan ke Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Tapsel melalui kecamatan, namun hingga kini belum ada upaya perbaikan.

Baca Juga :  Solusi Atasi Defisit Anggaran Tapsel Rp91 M

“Kami sebagai warga juga heran mengapa tak ada tanggapan atau perhatian dari pemerintah padahal sudah dilaporkan,” ucap warga. Sementara Mantri Tani Kecamatan Arse, Junna Siregar SP kepada METRO mengatakan, pihaknya sudah meninjau langsung lokasi tersebut, bahkan telah membuat surat laporan pada dinas agar segera mendapat perhatian. “Berdasarkan hasil tinjauan kami di lapangan dampak dari luapan tersebut adalah 4 hektaretanaman padi mengalami puso, 5,75 hektarelainnya terkena dan 325 kilogram bibit rusak,” katanya.

Camat Arse, Yohanes AP melalui Sekretaris Kecamatan, Rivai Pane SH pada METRO mengatakan, sangat prihatin dengan kerusakan lahan dan tanaman tersebut. “Saya sudah meninjau langsung ke sana dan memang kerusakan lahan dan tanaman yang diakibatkan luapan air dari Aek Arse sangat parah. Namun, kita bersabar saja dan kita tunggu saja tanggapan dan penanganan dari pemerintah, karena semuanya tentunya butuh proses,” sebutnya. (ran/mer)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*