4 Skenario yang Mungkin Terjadi dalam Kongres PSSI

TEMPO Interaktif, Jakarta – Kongres Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia di Hotel Sultan akan dibuka beberapa jam lagi. Namun, hajatan untuk memilih Ketua Umum, Wakil Ketua, dan anggota Komite Eksekutif PSSI tersebut diperkirakan tidak akan berjalan mulus.

Kelompok 78, pemilik suara di kongres PSSI, tetap memaksa Komite Normalisasi untuk memasukkan George Toisutta dan Arifin Panigoro sebagai calon Ketua Umum PSSI 2011-2015. Di sisi lain, Komite Normalisasi yang diketuai Agum Gumelar tetap berpendapat Toisutta dan Arifin tidak bisa maju dalam pemilihan karena tidak ‘direstui’ Badan Sepak Bola Dunia, FIFA.

I Gusti Kompyang Manila mengatakan ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi di kongres itu. Ia memperkirakan kubu Toisutta dan Arifin akan memboikot kongres. “Tapi kan ada aturannya, kalau tidak kuorum, sidang ditunda 1 x 24 jam. Dibuka lagi langsung pemilihan,” kata Manila, yang juga calon Anggota Komite Eksekutif PSSI itu, Jumat, 20 Mei 2011.

Manila juga mengatakan kejadian di Pekanbaru bisa terulang lagi. Kongres ricuh sehingga pemilihan batal. Namun, ia mengharapkan kejadian Pekanbaru tidak terjadi lagi. “Jangan sampai menjadi keledai, jatuh di lubang yang sama dua kali,” ujar Manila.

Inilah kemungkinan yang akan terjadi di Kongres PSSI:

1. Kongres berjalan mulus. Terpilih Ketua Umum PSSI baru,

2. Kongres tidak kuorum. Komite Normalisasi akan menunda kongres 1 x 24 jam. Kongres dibuka lagi mesti tidak mencapai kuorum (50 persen plus satu),

Baca Juga :  Memalukan, Anggota DPRD Paluta Adu Jotos

3. Kongres ricuh sehingga pemilihan batal digelar. FIFA akan memperpanjang tugas Komite Normalisasi atau pemerintah akan mengambil alih PSSI,

4. Kelompok 78 bisa memaksa kongres untuk memasukkan Toisutta dan Arifin. Toisutta terpilih sebagai Ketua PSSI baru. Ada kemungkinan FIFA akan memberi sanksi kepada Indonesia.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*