4 Teroris Tewas, 1 Polisi Tertembak

Upaya pengejaran kelompok bersenjata tak dikenal yang diduga kawanan teroris di Tebing Tinggi, Sumatera Utara membuahkan hasil. Tim gabungan Polda Sumatera Utara dan Detasemen Khusus (densu) 88/Anti Teror menembak tewas empat  anggota kawanan itu, Sabtu (2/10).

Kapolda Sumut Irjen Oegroseno (memakai rompi, kiri) dan Kasat Brimob Sumut Kombes Ferdianto Iskandar Biticaca (memakai rompi,kanan) ikut melakukan pengejaran di Desa Doloksagala, Ujungsilo, Kecamatan Dolokmasihol, Sabtu (2/10/2010)

Informasi dari pihak polri menyebut empat orang itu berinisial  Tau, Ohn, Zul dan seorang lagi belum diketahui identitasnya. Penangkapan  ini terjadi di hutan rakyat Dusun Marihat Banda, Desa Dolok Sagala, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, Sabtu siang.

Namun demikian dalam penangkapan itu Briptu Sugeng, personil  polri yang ikut dalam penyergapan itu, terluka.  ‘’Luka tembak di pundak,’’ ujar Kabid Penum Div Humas Polri Kombespol Marwoto saat dihubungi JPNN, Sabtu sore.

Selain menembak tewas empat orang itu polisi juga menyita senjata api laras panjang jenis AK 47, FN beserta maazin dan peluru. ‘’Pelurunya banyak, lebih dari seratus (butir),’’ tambah Marwoto.

Sebagi mana disebutkan sebelumnya, pengejaran ini berawal dari informasi warga yang menyebut  di Desa Buluh Duri, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, ada sekelompok orang tidak dikenal membawa bungkusan yang diduga senjata api.

Dari informasi ini personil Polres Tebing Tinggi, melakukan pengecekan pukul 17.00 Wib. Dari sini diketahui terdapat  16 orang tidak dikenal menuju Kota Tebing Tinggi dengan menggunakan tujuh unit sepeda motor.

Saat itulah polisi melakukan penghadangan terhadap konvoi bersenjata itu di depan PT. Darmex.  Namun salah satu dari kelompok itu mengeluarkan tembakan dengan senjata jenis FN kepada petugas.

Baca Juga :  Syamsul Disidang Senin

Setelah itu kelompok tersebut melarikan diri dan berpencar. Tiga unit motor melarikan diri ke arah Tebing Tinggi, tiga  lainnya berpencar ke Brohol Sergai.  Salah satu sepeda motor yang melarikan diri ke wilayah Dolok Masihul. Namun dalam pelariannya motr jenis Yamaha, RX King yang digunakan itu mogok karena kehabisan bensin.

Untuk melanjutkan pelariannya pria bersenjata itu mencegat Syahputra (30), seorang warga yang kebetulan melintas di lokasi dengan sepeda motor Yamaha Mio.  Dibawah todongan senjata api laras panjang Syahputra tak berdaya dan merelakan tungganganyya dibawa perampok itu. Sebelum kabur dengan sepeda motor rampasan itu, perampok tersebut sempat menembakan senjata dua kali ke udara.

Dalam pengejaran selanjutnya terjadi kontak senjata antara kelompok itu dengan polisi Jumat (1/10), sekitar pukul 02.35 Wib. Saat itu  terjadi kontak senjata antara gerombolan OTK itu dengan kapolsek Dolok Masihul.

Ini diawali dengan penembakan menggunakan senjata api jenis M16, oleh kelompok tersebut dua kali, ke arah mobil yang dipakai kapolsek. Kapolsek kemudian melepaskan tembakan balasan sebanyak empat kali. Salah satunya mengenai perut salah seorng dari kelmpok itu. Salah satu motor jenis Yamah, Vega R, berhasil ditemukan. Selain itu, sejumlah sepeda motor lainnya yang digunakan kelompok itu telah diamankan polisi.

Sumber: http://www.jpnn.com/read/2010/10/02/73644/4-Teroris-Tewas,-1-Polisi-Tertembak-

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Drainase rusak, Medan bakal tenggelam

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*