40 Anak dari 5 Desa Dikhitan

(Analisa/tohong p harahap) Saksikan: Manager PMKS PT SSL Ngatno didampingi humas Januar Nur menyaksikan acara khitan di ruang medis klinik swasta dr Sri Prihatin Harahap, Sabtu (21/6).

Paluta,  Sebanyak 40 anak warga dari lima desa di Kecamatan Halongonan yang berdekatan dengan PMKS PT Sinar Sawit Lestari (SSL) dikhitan massal, Sabtu (21/6) di Klinik Swasta dr Sri Prihatin Harahap, Jalan Langgapayung-Gunung Tua, Desa Sihopuk Baru, Kecamatan Halongonan.

Kelima desa tersebut masing-masing Desa Siancimun, Desa Sungai Pinang, Desa Suka Makmur, Desa Rondaman dan Desa Sihopuk BaruŽâ€‹.

Manager PMKS PT SSL Ngatno didampingi Humas Januar Nur, di sela-sela kegiatan menyebutkan acara khitanan massal ini, merupakan salah satu wujud dari Coorporate Sosial Responsibility (CSR) yang dilakukan PMKS PT SSL, kepada masyarakat yang pemukimannya berada di sekitar lokasi pabrik. Khitan massal ini akan dijadikan agenda rutin setiap tahunnya, dengan harapan dapat membantu meringankan beban orangtua. Selain membebaskan biaya khitan, mereka juga memberikan bantuan berupa sarung dan kopiah.

Selain acara khitanan massal, pihaknya juga membantu sarana prasarana masjid selama bulan suci Ramadan berupa bukaan dan makan minum tadarus disekitar areal pabrik PT SSL. Sementara itu, berbagai ekspresi tergambar dari raut wajah para peserta khitan massal. Ada yang diam tak ada suara, akan tetapi ada juga yang sampai histeris ketakutan.

Baca Juga :  Dramatis, Newcastle Patahkan Rekor Tak Terkalahkan Chelsea

Ucok (8), seorang peserta terlihat santai, meskipun banyak teman-temannya yang berteriak ketakutan, atau tak mau disunat. Ia justru terburu-buru, agar lekas disunat dan kembali duduk antrean di samping orangtuanya.

Kegiatan ini mendapat dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak diantaranya masyarakat dari 5 Desa di Kecamatan Halongonan, Aparat Pemerintah Desa, Aparat Kecamatan, perwakilan instansi terkait dan Hatobangan. (ong)/(Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*