Kondisi Jembatan Gantung di Kotanopan Membahayakan

MADINA-Jembatan gantung yang dikenal rambin yang membentang sepanjang 50 meter di atas Sungai Batang Gadis sekitar 15 meter ke bawah, yang menghubungkan 5 desa di Kecamatan Kotanopan Madina membahayakan dan butuh perbaikan.

14966712b0eabcea8f0d7d84f407a2f78c92027b Kondisi Jembatan Gantung di Kotanopan Membahayakan
RUSAK-Jembatan Rambing penghubung 5 desa ke ibukota kecamatan butuh perbaikan.

Rambin ini merupakan satu-satunya jalur alternatif penghubung bagi masyarakat lima desa menuju Kotanopan dan juga menuju pusat Kabupaten Madina. Kerusakan rambin sudah sangat mengancam nyawa para penggunanya dan dengan kondisi seperti ini membuat lima desa itu terisolir.

Amatan METRO, Selasa (1/11) warga ke-5 desa tersebut yakni Desa Huta Padang, Hutarimbaru, Simandolam, Muara Potan dan Desa Gunungtua  terlihat sungguh memprihatinkan. Karena, tiangnya hampir rapuh, lantai jembatan juga yang sudah mulai usang dan terlihat banyak lobang. Hal ini membuat warga ke-5 desa harus meniti rambin dengan hati-hati. Karena, kalau lalai bisa saja kaki bagi pengguna rambin jalan kaki atau roda kendaraan masuk ke dalam lubang pada badan atau lantai rambin tersebut.

Belum lagi kabel seling atau penahan rambin yang sudah berusia puluhan tahun tak pernah diganti, sedangkan jumlah kendaraan yang lalu lalang baik roda dua, tiga dan empat setiap hari menambah rambin semakin rewot.

Dan kondisi seperti ini sebenarnya sudah lama terjadi dan sudah bertahun-tahun tetapi belum juga mendapat perhatian dari Pemkab Madina. Padahal hasil bumi di 5 desa tersebut sungguh luar biasa, baik sayur maupun tanaman karet, coklat dan hasil lainnya. Artinya, sudah tidak memungkinkan lagi warga ke-5 desa itu hanya memiliki rambin yang usang seperti itu.

Baca Juga :  Tahapan Pilkada Tapsel Tidak Jelas

Kepala Desa Hutarimbaru, Amir Yakub Nasution ditemui mengungkapkan, kerusakan jembatan sudah lama dikeluhkan masyarakat dan sudah sering disampaikan lima kepala desa yang ada kepada pemerintah, tetapi belum juga direspon.
”Kerusakan rambin ini sebenarnya sudah lama, tetapi warga sekitar selalu bekerja sama memperbaikinya. Masyarakat sudah sering mengeluhkan ini, karena rata-ratakayu penyangga dan lantai jembatan sudah lapuk, sehingga membuat kekhawatiran bagi warga yang melintasinya, karena takut jatuh ke dasar sungai,” katanya.

Rahmad Rizki Daulay, anggota DPRD  Madina dari Fraksi Partai Demokrat yang juga dari dapil 2 meliputi Kecamatan Kotanopan berharap agar pemerintah segera memperbaiki jembatan yang terbuat dari kayu tersebut. Karena, kondisinya sangat membayakan pejalan kaki maupun pengendera. (wan/mer)

metroaisiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*