Ratusan Hektar Sawah Di Madina Beralih Fungsi

www.waspada.co.id

Sawah (photo: Illustrasi)

PANYABUNGAN – Ratusan hektar lahan persawahan Paya Bulan di desa Maga Lombang, kecamatan Lembah Sorik Merapi, kabupaten Mandailing Natal beralih fungsi menjadi lahan perkebunan rambung.

Peralihan fungsi ini terjadi disebabkan ketiadaan air. Karena saluran air tidak berfungsi. Selain itu, kondisi Aek Maga yang tidak sanggup lagi menyalurkan air karena kondisi debit air yang tiap hari makin mengecil.

Salah seorang petani, Borkat Lubis (50), warga Maga Lombang, tadi malam, mengatakan, penyebab alih fungsi itu masalah irigasi yang tidak pernah tuntas, mulai dari minimnya air yang masuk ke pematang sawah, sampai kepada rusaknya saluran.

Kondisi ini, katanya, sudah berlangsung hampir 7 tahun terakhir, bahkan sebagian petani sudah ada yang bisa menderes getah rambungnya.

“Warga sudah lelah dengan kondisi air yang tidak pernah masuk ke pematang sawah. Dari 300 hektar luas lahan, hampir 135 hektar telah beralih fungsi, dan 50 hektar terlantar. Sisanya tetap menjadi lahan persawahan, namun hasilnya tidak memuaskan. Sebab, sistem yang diterapkan petani untuk berbagi air dengan cara per musim,” katanya.

Petani lainnya, Muhammad Arif, mengatakan, sistem bergantian menanam selama satu panen sudah lama diterapkan. Sejak saluran air ini tidak di jaga oleh petugas pengairan, debit airpun drastis menurun.

Dulunya, saluran air ini ada yang mengurus, kalau tidak salah dari pengairan. Tapi beberapa tahun ini tidak ada lagi. Sekitar 1960 masyarakat bergotong-royong dan suka rela membabat lahan yang sebelumnya ditumbuhi lalang. Sedangkan irigasinya lebih dulu di buka sekitar tahun 1957.

Baca Juga :  Sabar....! Dana Tambahan Untuk Guru PNS PALUTA Belum Ada di Kas Daerah

Setelah itu maka lahan persawahan ini pun dibagikan kepada warga dengan sistem cabut lotere. Jadi lahan ini merupakan upaya warga secara bersama-sama agar bisa dibuka menjadi lahan pertanian.

Kalau sekarang berubah fungsi menjadi lahan perkebunan kita kembali lagi ke tahun 1960 dan itu sangat menyakitkan hati warga.“Pemkab Madina diharapkan membuat irigasi kembali, agar lahan ini bisa difungsikan,” katanya.

Editor : SATRIADI TANJUNG
(dat04/wsp)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*