46 Perusahaan di Palas Dinilai Ilegal

www.metrosiantar.com
Tak Punya Izin IUPHHKHT
600px Red x.svg 46 Perusahaan di Palas Dinilai Ilegal PALAS-METRO; Sebanyak 46 perusahaan di Kabupaten Padang Lawas (Palas) dinilai ilegal, karena tidak memiliki izin sesuai peraturan dan hukum yang berlaku. Seharusnya setiap perusahaan, perorangan, atau koperasi dalam mengelola hutan harus memiliki izin pelepasan kawasan hutan dari Menteri Kehutanan, meskipun lokasi kawasannya berstatus hutan produktif.

“Sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku tentang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan, Kayu Hutan Tanaman (IUPHHKHT), setiap perusahaan, koperasi, perseorangan yang membuka lahan untuk perkebunan baik tanaman, sawit dan sebagainya harus ada memiliki izin pelepasan kawasan hutan dari Menteri Kehutanan (Menhut). Namun kenyataannya ke 46 perusahaan itu tak memilikinya. Kalau kita bicara Undang-Undang, maka 46 perusahaan itu ilegal,” kata Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Palas Ir Soleman Harahap melalui Kabid Reboisasi, Kehutanan Samsul Hidayat SHut kepada METRO, Rabu (24/3).

Dijelaskan Samsul, jumlah perusahaan baik koperasi, perseorangan di Kabupaten Palas sebanyak 48 perusahaan. Dari 48 perusahaan tersebut, hanya 2 perusahaan yang legal, yakni PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dan Sumatera Silva Lestari (SSL).

“Kalau perusahaan yang legal hanya PT SRL dan SSL saja. Meskipun banyak menuai kontroversi kehadirannya di tengah-tengah masyarakat, tapi saya sampaikan hal tersebut sesuai perundang-undangan di bidang kehutanan. Karena izin serta mekanisme pengelolaannya sesuai dengan perundang-undangan. Serta memiliki izin pelepasan kawasan hutan dari Menhut. Kalau yang lainnya tidak punya,” terang Samsul (amr)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 13 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Dinkes Palas Gelar Perlombaan untuk Menggalakkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*