5 Ketua Parpol Lolos Jadi Legislatif di Paluta

[iklan size=’kiri’]Paluta, (Analisa). Sebanyak 5 pimpinan partai politik (parpol) di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang bertarung pada pemilu legislatif 9 April lalu diprediksi berhasil lolos sebagai anggota legislatif baik tingkat DPRD tingkat II maupun tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Mereka di antaranya Basri Harahap dari Demokrat (DPRD Paluta), Saparuddin Harahap dari PDI Perjuangan (DPRD Paluta)dan Muchlis Harahap SHI dari Partai Golkar (DPRD Paluta).

Sedangkan dua pimpinan parpol lainnya yakni Faisal Siregar dari Hanura diprediksi lolos menjadi anggota DPRD Kota Padangsidimpuan dan Parlinsyah Harahap dari Partai Gerindra diprediksi lolos menjadi anggota DPRD Sumatera Utara, karena keduanya memilih menjadi caleg di luar daerah pemilihan Paluta.

Ketua DPC Partai Gerindra Paluta Parlinsyah Harahap menyampaikan, perolehan suara yang sangat menggembirakan ini serta kenaikan suara signifikan Partai Gerindra di wilayah Paluta yang meliputi lima dapil berkat kerja keras dan kerjasama seluruh pengurus dan kader partai dalam menjalankan amanah dan meyakinkan masyarakat pemilih.

Parlinsyah juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bupati Paluta Bachrum Harahap dan jajarannya, KPU Paluta, dan Panwaslu atas terlaksananya pemilu dengan tertib, aman dan lancar.

Informasi dirangkum hasil rekapitulasi perhitungan suara untuk tingkat Paluta menghasilkan suara masing-masing di antaranya Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dapil 1 sebanyak 3.503 suara, dapil 2: 3.209 suara, dapil 3: 3.365 suara dan dapil 4: 802 suara. Untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dapil 1 sebanyak 2.743 suara, dapil 2 : 4.477 suara, dapil 3: 3.909 suara dan dapil 4 : 2.589 suara. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dapil 1: 2.743 suara, dapil 2: 1.623 suara, dapil 3: 308 suara dan dapil 4: 159 suara. PDI-P dapil 1 : 3.192 suara, dapil 2 : 3.147 suara, dapil 3 : 4.098 suara dan dapil 4 : 339 suara.

Baca Juga :  Isu Penculikan Anak - Kapolres Tapsel Imbau Warga Tetap Tenang

Kemudian Partai Golkar dapil 1: 7.386 suara, dapil 2 : 8.706 suara, dapil 3: 3.702 suara dan dapil 4 : 2.342 suara. Partai Gerindra dapil 1: 8.534 suara, dapil 2 : 5.170, dapil 3: 3.547 suara dan dapil 4 : 957 suara. Partai Demokrat untuk dapil 1: 6.277 suara, dapil 2: 2.118 suara, dapil 3 : 3.109 suara dan dapil 4 : 2.456 suara.

Disusul Partai Amanat Nasioanl (PAN) dapil 1 : 1.071 suara, dapil 2 : 2.601 suara, dapil 3 : 3.931 suara dan dapil 4 : 379 suara. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dapil 1 : 5.009, dapil 2 : 3.775 suara, dapil 3 : 78 suara dan dapil 4 : 1.751 suara. Partai Hanura dapil 1: 4.439 suara, dapil 2 : 2.890 suara, dapil 3 : 1.340 suara dan dapil 4: sebanyak 1.509 suara. Partai Bulan Bintang (PBB) dapil 1 : 3.115 suara, dapil 2: 1.467 suara, dapil 3: 124 suara dan dapil 4: 1.714 suara dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) untuk dapil 1 sebanyak 2.920 suara, dapil 2 : 100 suara, dapil 3 : 9 suara dan dapil 4 : 247 suara. (ong)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. merekam dan memperjuangkan asrsapii masyarakat di dapil adalah tugas anggota dpr. perbaiki jembatan atau jalan yang rusak, bangun rumah sakit atau sekolah adalah tugas pemerintah. jadi, berbagai keluhan warga di dapil harus mampu diperjuangkan wakil rakyat utk jadi kebijakan pemerintah. pembagian tugas dan wewenang ini harus dipahami wakil rakyat dan dijelaskan ke konstituen di dapil. pembagian wewenang spt ini blm efektif? ya, harus dicari sebab dan solusinya, tapi jelas bukan dengan saya datang, saya dengar, saya kucurkan duit’, sebagaimana diinginkan anggota dpr itu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*