5 Tersangka korupsi alkes Paluta dan Labusel diserahkan ke jaksa

Merdeka.com – Polisi menyerahkan 5 tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) ke Kejati Sumut. Empat tersangka di antaranya terlibat kasus di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), sedangkan seorang lainnya di Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel).

“JPU Kejati Sumut telah menerima pelimpahan tahap dua untuk dua kasus tindak pidana korupsi dari penyidik Polda Sumut,” kata Kasi Penkum Kejati Sumut Chandra Purnama, Jumat (6/12).

Tersangka dan barang bukti yang dilimpahkan yaitu pada kasus tindak pidana korupsi berupa mark up pengadaan alat-alat kedokteran umum pada RSUD Gunung Tua, Paluta pada 2012. Penyelewengan ini merugikan negara hingga Rp 5,4 miliar dari total anggaran Rp 10 miliar.

Selain itu, dilimpahkan pula tersangka dan barang bukti dugaan korupsi dalam pengadaan alkes pada Dinas Kesehatan Kabupaten Labusel pada 2012. Kerugian negara pada kasus ini mencapai Rp 12,2 miliar dari total anggaran sekitar Rp 20 miliar.

Khusus untuk mark up pengadaan alkes pada RSUD Gunung Tua, Polda Sumut melimpahkan empat tersangka, yaitu dr Naga Bakti Harahap, Direktur RSUD Gunung Tua; Rahmad Taufik, PPK (pejabat pembuat komitmen); Hendri Hamonangan Daulay, bendahara; dan Rizki Van Lumbantobing, Direktur PT Aditia Wiguna Kencana, yang menjadi rekanan.

Keempatnya dinilai telah melanggar Pasal 2 ayat (1) subs Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 jo 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Baca Juga :  Nazaruddin Pulang Pekan Ini - KPK-Polri Yakin Bisa Dibawa ke RI

Sementara itu, untuk dugaan korupsi dalam pengadaan alkes pada Dinas Kesehatan Labusel, Polda Sumut melimpahkan tersangka Tono als Asia, Direktur PT Cahaya selaku rekanan. Dia disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No 31 /1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3, 4 dan 5 ayat (1) UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Setelah dilimpahkan para tersangka langsung ditahan di Rutan Tanjung Gusta. “Saat ini kita sedang melengkapi berkas dakwaan agar kedua perkara ini dapat segera dilimpahkan ke pengadilan,” pungkas Chandra.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*