500 Rumah Dan 2.000 Ha Lahan PT MAL Madina Terbakar

Kebakaran lahan perkebunan kelapa sawit di Kec. Muara Batang Gadis,Kab. Mandailing Natal, masih terus berlangsung.Dalam kurun waktu sepekan terakhir, lima barak yang terdiri dari 500 rumah karyawan ditambah 2.000 hektarl ahan milik PT Madina Agro Lestari (MAL) terbakar.

“Setiap barak terdapat 100 rumah karyawan. Sudah lima yang terbakar, dan tidak ada korban jiwa. Kerugian mencapai ratusan juta rupiah,” kata Yusrin Daulay,warga Desa Sikapas, Kec. Muara Batang Gadis, Kab. Madina, di Padang sidimpuan, Senin (17/3). Api membakar kebun kelapa sawit di daerah perbatasan Kab.Madina dengan Kab. Tapanuli Selatan ini, ujarnya, sangat sulit untuk dipadamkan. Pasalnya,lahan tersebut bekas rawa dan gambut.

Menurut Yusrin,kebakaran pertama kali terjadi pada 28 Desember 2013. Saat itu daerah yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia ini sedang dilanda kemarau.

Tidak diketahui siapa yang pertama kali melakukan pembakaran di areal bekas tumbangan.Api merembet ke berbagai arah dan sudah ribuan hektar lahan terbakar.

Upaya pemadaman terus dilakukan dan dengan berbagai cara oleh perusahaan dan pemerintah daerah. Namun api masih terus menyala dan merembet luas ke lokasi sekitar.

“Kebakaran lahan dan rumah di PT MAL mulai merembet kekebun kelapa sawit milik warga dan perusahaan lain. Jika tidak di antisipasi sesegera mungkin,api juga akan merembet ke perkampungan penduduk Desa Sikapas,” terangnya.

Baca Juga :  Jalinsum Gunung Tua - Padangsidimpuan Butuh Perbaikan

Saat ini warga Desa Sikap as sedang dilanda resah dan rasa khawatir yang tinggi. Hampir seluruh penduduk melakukan upaya antisipasi agar api tidak merembet ke perkampungan dan kebun mereka.

“Kami sangat berharap bantuan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Upaya pemadaman yang dilakukan perusahaan, pemerintah daerah,dan warga, sudah hampir tiga bulan tidak berhasil. Api terus marak dan merembet ke berbagai lokasi,” kata Yusrin. (a26/a27)

(Waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*