Jalinsum Pasar Aek Godang Paluta Dipenuhi Lubang

PALUTA – Jalinsum yang terdapat di Pasar Aek Godang, Kecamatan Hulu Sihapas tepatnya di daerah tanjakan depan Masjid Alfadillah, mengalami kerusakan. Selain aspal jalan retak, di lokasi ini juga banyak terdapat lubang jalan.

Ahmad Syukur Siregar (23), pemuda asal Sipupus, Kecamatan Padang Bolak Julu, Sabtu (22/3), mengaku sudah merasakan kecelakaan karena tidak berhati-hati ketika melintas di jalinsum itu.

Dalam ceritanya, sekitar dua minggu lalu, dirinya bersama temannya Gadumbang Harahap baru pulang dari Kota Padang Sidimpuan menuju Sipupus, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Paluta. Karena terburu-buru, mereka berdua pun melajukan sepeda motor yang mereka tunggangi dengan kecepatan tinggi.

Lubang yang terdapat di Jalinsum Pasar Aek Godang depan Masjid Alfadillah, Aek Godang, Kecamatan Hulu Sihapas, Sabtu (22/3). (Foto: Asmar)

Tepat di daerah tanjakan depan Masjid Alfadillah, mereka berdua tidak menyadari kalau di depan mereka ada lubang sehingga saat sepeda motor sedang melaju, mereka lantas spontan menginjak rem sepeda motornya sehingga mereka oleng karena kehilangan kendali dan akhirnya mereka terjatuh tepat berada di tepi jalan.

“Pernah sih Bang, waktu itu kami tak menyadarinya kalau di depan kami ada jalan yang rusak, dengan spontan temanku itu pun lantas menginjak rem dan kami kehilangan kendali dan akhirnya terjatuh tepat berada di pinggir jalan itu,” cerita Ahmad Syukur Siregar kepada METRO.

Baca Juga :  Awal April, Tambahan Penghasilan Guru PNS Palas Dibayar

Masih kata Ahmad, lubang yang berada di jalinsum itu jumlahnya tidak sedikit, selain itu tepi badan jalan itu pun alami keretakan sehingga setiap pengguna jalan alami kesulitan dalam melintasi jalan itu.

Sementara itu Rispan Dongoran (20), warga Aek Godang mengatakan, kerusakan jalan yang tepat berada di depan Masjid Alfadillah sudah lama terjadi dan sering menimbulkan kecelakaan ringan.

Seperti para pengemudi menginjak rem kenderaannya mendadak hingga terjatuh, ataupun para pengemudi melajukan laju kenderaannya yang membuat roda sepeda motornya rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. “Insiden kecil sih banyak yang terjadi, makanya kalau mau lewat disini harus pelan-pelan lah,” saran Rispan.

Pantauan METRO, Sabtu (22/3), saat melintas di jalinsum itu terlihat lubang jalan dengan berbagai ukuran. Lubang yang terdapat di jalinsum itu juga menyebar dengan jarak yang berbeda-beda, sehingga ketika melintas di daerah ini para pengguna jalan di harapkan agar selalu berhati-hati dan tetap waspada.(mag-02)

Sumber: Metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. pengawan standar mutu jalan Propinsi, Jalan Negara, Jalan Kabupaten dan Jalan antar Kecamatan sudah perlu disoroti kepermukaan… mengingat tentang pengawas mutu jalan selama ini tidak terlalu diketahui bagaimana cara kerja mereka dilapangan secara benar. Yang ada hanya katanya dan katanya saja….
    Yang sering terlewatkan masyarakat dalam pembangunan jalan adalah bagaimana cara mengawasi standar Kepadatan suatu tanah untuk kapasitas kendaraan 15 ton – 25 Ton dan juga mutu standar Pengaspalan ketebalan dan kepadatan jalan serta standar penyambung setiap Jembatan-jembatan ada.
    kalau diperhatikan ada keluhan-keluhan konsumen bisa kita petakan sbb:
    1. Banyaknya lobang-lobang setiap musim hujan.
    2. Banyaknya Aspal jalan retak akibat musim Hujan.
    3. Banyaknya Aspal jalan kelupas karena saluran air jalan masuk ke tengah jalan. (ya jalan untuk orang menjadi jalan untuk saluran air heheheee).
    4. Banyaknya kekuatan Jalan disetiap tikungan tidak mampu mengantisipasi beban berat.
    5. Banyaknya Jalan baru di perbaiki dengan aspal bagus, tapi saluran airnya tidak diperbaiki.
    6. ketebalan Aspal yang terlihat rata-rata atau sekitar tidak lebih 2-3 cm dari Jalan raya (lihat ketebalan aspal di jalan berlubang atau kubangan, ketebalannya biasanya sih rata-rata tidak lebih sekitar dari 2-3 cm.
    7. Banyaknya Jembatan tidak dapat mengantisipasi pelebaran jalan, sehingga jembatan harus dibangun lagi. (Jarang pernah berpikir seperti orang belanda membuat sesuatu untuk 20 tahun yang akan datang… pejabat PU dan pejabar negara ini sering hanya berpikir membuat untuk 6 bulan sampai 2 tahun saja, termasuk di kota-kota Ibukota, sering membuat/menambah/memperbaiki jalan hanya untuk mutu 3-8 bulan, ya ngak tau sih anggarannya untuk mutu 1, 2 atau mutu 100an).
    8. Banyaknya Pondasi Jembatan yang kurang mengantisipasi 3-4 kali kekuatan sungai dari standar normalnya.
    9. Banyaknya Jalan disetiap ujung jembatan sering tidak dapat bersambung dengan baik, bahkan persambungannya bisa menjadi tidak menyatu dengan benar dengan badan jalan atau mempunyai jarak 3-10 cm…
    10. Banyaknya jalan tambal sulam untuk umur 2-6 bulan…
    11. banyaknya para pejabat melewati jalan rusak namun tidak merasa menjadi pejabat atau yang bertanggung jawab……

    masih banyak hal-hal yang mudah ditemukan, dan seakan pejabat baru datang melihat kalau sudah ada korban, kalau suda diteriaki masyarakat dari baik melalui media maupun sarana lainnya…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*